aceh

Dermaga Ujung Serangga Memprihatinkan, Panglima Laot Abdya Minta Perhatian Pemerintah

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:19 WIB
Foto : Panglima Laot Abdya Indra
 
 
Realitasonline.id - Abdya | Panglima Laot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), T. Indra Kusuma meminta perhatian pemerintah agar membenahi Pelabuhan Ujung Serangga di Kecamatan Susoh. 
 
Ia menilai kondisi pelabuhan itu kini tidak lagi layak menjadi tempat sandar boat nelayan.
 
Panglima Laot Abdya yang terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Luar Biasa Panglima Laot pada Desember 2025 lalu meminta pemerintah segera turun tangan untuk membenahi dan memikirkan nasib nelayan setempat.
 
Baca Juga: Puluhan Nelayan Keruk Pakai Tangan, Kolam Labuh Ujung Serangga Dangkal
 
Menurut Indra, persoalan utama di pelabuhan tersebut adalah tidak tersedianya fasilitas sandar yang memadai. Akibatnya, boat nelayan yang telah membongkar hasil tangkapan di Ujung Serangga terpaksa dipindahkan ke Pelabuhan Labuhan Haji di Kabupaten Aceh Selatan.
 
“Setelah bongkar ikan di Ujung Serangga, boat harus dibawa ke Labuhan Haji untuk bersandar. Tentu nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan,” kata Indra kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
 
Kondisi itu, kata dia, telah berlangsung bertahun-tahun dan menjadi beban bagi nelayan. Padahal, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Serangga merupakan aset Pemerintah Aceh yang seharusnya dapat difungsikan secara optimal.
 
Karena itu Indra meminta Pemerintah Aceh memberi perhatian serius terhadap kondisi pelabuhan tersebut. Ia juga berharap anggota DPR Aceh dari daerah pemilihan Aceh 9 ikut mendorong pembenahan fasilitas pelabuhan.
 
“Kami berharap gubernur, DPR Aceh, dan dinas terkait bersama-sama mencari solusi. Panglima Laot tentu tidak mampu menyelesaikan persoalan ini sendiri,” ujarnya.
 
Indra menyebut kondisi pelabuhan saat ini cukup memprihatinkan. Minimnya fasilitas sandar membuat nelayan menghadapi risiko tinggi, terutama saat musim angin barat melanda perairan barat selatan Aceh.
 
Baca Juga: Sah Jadi Bupati dan Wakil Bupati, Safaruddin Titip 2 Pelabuhan di Abdya ke Gubernur Aceh Muzakir Manaf
 
“Setiap musim angin barat hampir selalu ada musibah. Hampir setiap tahun ada boat nelayan yang tenggelam,” kata dia.
 
Hanya kapal berukuran besar yang relatif aman karena memilih bersandar di Labuhan Haji. Sementara sebagian besar boat nelayan kecil tetap beroperasi di sekitar Ujung Serangga dengan keterbatasan fasilitas.
 
Padahal, menurut Indra, Pelabuhan Ujung Serangga merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di kawasan Barat Selatan Aceh. Berbagai jenis alat tangkap dan hasil tangkapan nelayan dari perairan Samudra Hindia berpusat di pelabuhan itu.
 
Ia menilai, jika pelabuhan tersebut dibenahi dan layak sandar, kapal nelayan dari luar daerah berpotensi datang dan berlabuh di Ujung Serangga. Dampaknya akan langsung terasa bagi perekonomian masyarakat pesisir.
 
“Kalau banyak boat dari luar bersandar di sini, ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan pasti ikut bergerak,” ujarnya.
 
Indra optimistis pemerintah daerah akan memberi perhatian terhadap persoalan tersebut. Ia berharap Bupati Abdya Safaruddin bersama Wakil Bupati Zaman Akli dapat mendorong penanganan serius terhadap kondisi Pelabuhan Ujung Serangga. (Zal)

Tags

Terkini