Wabup Razuardi juga mengharapkan, Musrenbang agar menghasilkan program yang solutif, tepat sasaran, serta berorientasi pada perlindungan masyarakat dan percepatan pemulihan daerah.
Sedangkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Juniadi, dalam sambutannya mengatakan, Musrembang merupakan forum penting untuk membahas dan menentukan arah rencana pembangunan.
"DPRK sebagai representasi rakyat, berharap musrembang ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara eksekutif dan legislatif serta selisih elemen masyarakat, agar menghasilkan program-program yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,"ujarnya.
Selain dua pejabat Bireuen itu, tokoh lainnya yang ikut berbicara pada kegiatan itu adalah Anggota DPRA Dapil III, Saifuddin Muhammad.
Baca Juga: Wakil Bupati Tapsel Dorong Guru Jadi Penggerak Perubahan
Politikus ulung dari Partai Nasdem ini pada acara tersebut menekankan pentingnya kebersamaan dan komunikasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam menghadapi tantangan, khususnya pascabencana.
Kepala Bappeda Aceh, Dr. Husnan menjelaskan alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Bireuen sekitar 13 persen diperuntukkan dengan prioritas pemulihan pasca bencana.
Pada Musrenbang itu dilanjutkan pemaparan panel oleh Bappeda Bireuen dan Bappeda Aceh.
Sedangkan di awal acara, Dailami selaku ketua panitia melaporkan, Musrenbang merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel, dengan dasar hukum sejumlah regulasi nasional dan daerah. (AJ).