Realitasonline.id - Bireuen | 677 hektare sawah di Kabupaten Bireuen yang rusak sedang akibat diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu mulai dibersihkan.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli kepada Realitasonline.id, Kamis (16/4/2026) menyebutkan, 677 hektare sawah tersebut terletak di beberapa desa dalam Kecamatan Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang dan Gandapura.
Disebut Muhajir Juli, Pemkab Bireuen melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat, sejak 29 Februari 2026, telah mengusulkan pelaksanaan kegiatan pembersihan atau pembenahan lahan sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi Sumatra yaitu banjir dan tanah longsor karena siklon Senyar.
Sebut Muhajir Juli, Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen mengajukan data kerusakan lahan persawahan dengan rincian, rusak ringan 2.756,60 hektare, rusak sedang 685,27 hektare dan rusak berat 1.323,07 hektare.
"Untuk lahan persawahan kategori rusak sedang, dari 685,27 hektare yang diusulkan, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan Kementerian Pertanian, yang disetujui 677 hektare,"ujarnya.
Kemudian, sebut Muhajir Juli, dilakukan proses sign engineering design (SID) antara Dinas Pertanian Aceh dengan Universitas Malikussaleh. Setelah proses tersebut selesai, lahan tersebut mulai direhab. Sekarang prosesnya sedang berlangsung.
Kegiatan yang dilakukan di dalam proses rehab lahan tersebut, yaitu pembersihan lahan dan pembenahan saluran air.
Baca Juga: Gus Irawan Gandeng Bank Sumut Lepaskan Warga Tapsel Dari Jerat Kredit Berbunga Tinggi
Adapun untuk pembersihan lahan persawahan kategori rusak ringan seluas 1.920 hektare (sesuai hasil verifikasi dan validasi Kementerian Pertanian), akan dilakukan setelah selesainya penandatangan kontrak SID.