aceh

Pasca Bencana Alam di Abdya, BPBK Taksir Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Kamis, 1 Januari 1970 | 00:00 WIB

BLANGPIDIE - Realitasonline | Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya) memprediksi kerugian yang disebabkan pasca musibah banjir dan angin kencang serta tanah longsor ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Hal itu bedasarkan dampak kerusakan rumah serta tanaman milik warga yang disebabkan oleh musibah bencana alam tersebut.

Kepala BPBK Abdya, Amiruddin kepada wartawan, Senin (13/1) menjelaskan, kerusakan beberapa unit rumah warga sudah menjadi acuan untuk ditaksir kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. Dimana, ada belasan rumah warga yang rusak diterjang angin kencang termasuk bangunan sekolah pada Kamis (9/1) sore lalu itu.

Kencangnya hembusan angin membuat atap rumah dan sekolah porak poranda diterpa badai. Bahkan ada beberapa warga sempat merekam detik-detik angin kencang menerbangkan beberapa lembar atap seng rumah di Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh.

Dengan kejadian tersebut, BPBK sudah merilis beberapa keperluan bantuan masa panik untuk dikirim ke Provinsi agar ketika terjadi bencana alam langsung bisa diserahkan kepada warga yang terkena musibah baik itu banjir maupun diterpa angin kencang.

“Nanti malam data tersebut langsung kita kirim ke Banda Aceh, agar beberapa rumah warga yang belum mendapatkan bantuan seng bisa segera diperbaiki,” kata Amir diruang kerjanya.

Ia menyebutkan, tercatat sebanyak 14 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap dalam kawasan Kecamatan Susoh. Diantaranya 11 unit rumah warga rusak di Desa Padang Baru, 1 unit rumah di Desa Pinang, 2 unit rumah di Desa Paoh.

Kerusakan parah pada bagian atap juga melanda bangunan SMPN 2 Susoh. Dimana atap sekolah dimaksud lepas pasca dihantam angin kencang. Saat ini, proses belajar mengajar di sekolah tersebut sudah kembali normal meski ada ruangan yang tidak bisa dipakai sementara karena atap bangunan yang rusak dan sedang dalam proses perbaikan.

Selain itu, dampak kerugian akibat bencana alam ini juga dialami rumah warga yang terkena luapan banjir seperti di Kecamatan Blangpidie, Susoh, Setia, Tangan-Tangan, Kuala Batee, Babahrot, dan beberapa titik di kecamatan lain. Lokasi terparah berada di Desa Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie dengan ketinggian air mulai dari 30-80 cm.

Halaman:

Terkini