artikel

Tradisi Asal Indonesia Setelah Lebaran, Ini Asal Usul Halal Bihalal

Minggu, 30 April 2023 | 07:00 WIB
Tradisi Asal Indonesia Setelah Lebaran, Ini Asal Usul Halal Bihalal (Realitasonline.id/ UNJ)

Realitasonline.id | Sudah menjadi tradisi di Indonesia, selepas Lebaran akan ada kegiatan halal bihalal. Tradisi Halal bihalal ini dilakukan di lingkungan keluarga, pekerjaan, organisasi, pertemanan hingga perumahan.

Kegiatan yang biasa dilakukan pada halal bihalal yakni saling bermaaf-maafan satu sama lain. Menyusul kemudian bisa dilakukan kegiatan lain seperti ramah tamah hingga makan-makan bersama.

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Halal Bihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang, merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia. Halal bihalal juga berarti silaturahmi di KBBI.

Baca Juga: Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Senin-Kamis? Begini Penjelasan Ulama

Mengutip laman Kemenag, tradisi Halal Bihalal dalam bahasa Prof. Dr. Quraish Shihab adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia Tenggara.

Awal mula tradisi Halal Bil halal pertama kali dirintis oleh Mangkunegara I yang terkenal dengan sebutan Pangeran Sambernyawa.

Saat itu, untuk menghemat waktu, tenaga, pikiran dan biaya, setelah shalat Idul Fitri, Pangeran Sambernyawa mengadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.

Baca Juga: Halal Bi Halal Gubsu Edy Bersama Kesultanan Asahan: Pakaian Khas Melayu Jadi Seragam ASN

Dalam budaya Jawa, seseorang yang sungkem kepada orang yang lebih tua adalah suatu perbuatan yang terpuji.

Tujuan sungkem adalah sebagai lambang penghormatan dan permohonan maaf.

Ada versi lain yang mengatakan asal usul istilah Halal Bihalal ini bermula dari pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936.

Pada saat itu, martabak tergolong makanan baru bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Sinopsis Dr Romantic 3 yang Tayang Perdana: Menyelipkan Kisah Kemanusiaan yang Mengharukan

Pedagang martabak ini dibantu dengan pembantu pribuminya kemudian mempromosikan dagangannya dengan kata-kata ‘martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal’.

Halaman:

Tags

Terkini

Unggulan Pejabat Kadis Pertanian dan Ketapang Taput

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:49 WIB

PTPN1 Regional 1 Sembelih 13 Lembu, 4 Kambing

Minggu, 8 Juni 2025 | 06:46 WIB