Wall Street Melesat di Awal Pekan Ini Didongkrak Imbal Hasil US Treasury Turun Menjelang Pembacaan Inflasi dan Pasokan Baru AS

photo author
Cut Yuliati, Realitas Online
- Selasa, 9 Januari 2024 | 11:31 WIB
Wall Street Melesat di Awal Pekan Ini Didongkrak Imbal Hasil US Treasury Turun Menjelang Pembacaan Inflasi dan Pasokan Baru AS
Wall Street Melesat di Awal Pekan Ini Didongkrak Imbal Hasil US Treasury Turun Menjelang Pembacaan Inflasi dan Pasokan Baru AS

“Ini jelas merupakan pasar yang didorong oleh imbal hasil (yield) saat ini dan investor mencoba untuk memperhitungkan kapan dan berapa banyak penurunan suku bunga yang akan kita lihat, waktu dan besarnya penurunan suku bunga,” kata Bill Merz, head of capital markets research at U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis kepada Reuters.

Merz menambahkan bahwa kita mungkin sudah berada pada posisi yang lebih rasional dalam hal imbal hasil. Pertanyaannya adalah, apakah pasar melakukan hal yang benar dan apakah imbal hasil turun karena alasan yang benar atau alasan yang salah?

"Investor sejauh ini berpandangan bahwa imbal hasil jatuh karena alasan yang tepat, bahwa The Fed sedang menavigasi apa yang sejauh ini merupakan soft landing," imbuh Merz.

Kenaikan Nasdaq dan S&P 500 menandai kenaikan persentase harian pertama lebih dari 1% sejak 21 Desember dan persentase kenaikan satu hari terbesar sejak 14 November.

Sementara itu, harga saham Boeing anjlok 8,03%. Harga saham Boeing anjlok setelah pembuat pesawat dan regulator AS memberikan lampu hijau pada hari Senin bagi maskapai penerbangan.

Untuk memeriksa jet yang dilarang terbang setelah panel meledakkan pesawat 737 MAX 9 yang dioperasikan Alaska Airlines di tengah penerbangan yang memaksa pendaratan darurat di akhir pekan lalu.

Indeks energi S&P 500 adalah satu-satunya sektor yang mengalami penurunan di antara 11 sektor S&P 500. Indeks energi turun 1,16% setelah mencapai level terendah dalam sebulan. Penurunan indeks sektor energi disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah sekitar 4% setelah pemotongan harga tajam oleh eksportir utama Arab Saudi dan kenaikan produksi OPEC.

Pada hari Jumat, indeks acuan S&P 500 menghentikan kenaikan sembilan minggu berturut-turutnya. Investor mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan agresivitas Federal Reserve dalam memangkas suku bunga tahun ini menyusul beragamnya data ekonomi di pasar tenaga kerja dan sektor jasa.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Senin bahwa tujuan ganda bank sentral untuk menurunkan inflasi dan mempertahankan tingkat pengangguran yang rendah belum bertentangan.

Pasar uang sekarang melihat peluang sebesar 63,8% untuk penurunan suku bunga setidaknya 25 basis poin (bps) pada bulan Maret, menurut FedWatch Tool CME, turun dari 88,5% pada minggu lalu.

Investor akan mencermati data inflasi pekan ini berupa indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) untuk membentuk ekspektasi terhadap jalur suku bunga The Fed.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cut Yuliati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Cek Indikasi Kerusakan dan Perawatan Karet Pintu Mobil

Kamis, 27 Februari 2025 | 06:55 WIB

Ungkap Efek Mobil Jarang Digunakan

Jumat, 31 Januari 2025 | 16:28 WIB
X