Medan - Realitasonline.id| Kementerian Koperasi dan UKM percayakan pengelolaan pabrik minyak makan merah di 3 Koperasi Sawit yang ada di Sumut.
Ketiga koperasi sawit itu adalah Koperasi Produsen Sawit Unggul Sejahtera di Langkat, Koperasi Petani Pujakesuma Deli Serdang dan Koperasi Produsen Petani Bukit Kijang Asahan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut Suherman melalui Kabid Kelembagaan Unggul Sitanggang, Selasa 18 April 2023.
Baca Juga: Mudik Bersama BUMN 2023: Telkom Fasilitasi 2700 Pemudik ke Kota Tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera
Nantinya untuk pengadaan lahan dan pembangunan pabrik minyak makan merah itu, ujar Kabid Unggul Sitanggang, didukung dan difasilitasi PTPN 2, PTPN 3, termasuk alih teknologi mesinnya dan dukungan permodalan dari LPDB Kemenkop UKM RI ke masing-masing koperasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudian bahan baku untuk produksi minyak makan merah, adalah disuplai dari para anggota koperasi, yang juga petani sawit.
Hadirnya nantinya pabrik minyak makan merah di 3 koperasi tersebut, merupakan pilot Program Nasional Kemenkop UKM RI yang keseluruhannya dilaksanakan pada 5 koperasi sektor riil di Indonesia.
Baca Juga: Anggota DPRK Abdya Sebut Operasi Pasar Gas 3 Kg tidak Efektif, Pertamina Diminta Tambah Kuota
"Kepercayaan Pemerintah Pusat untuk Sumatera Utara ini sekaligus sebagai perwujudan visi misi Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah, yakni menuju Sumatera Utara yang bermartabat, termasuk dalam bidang ekonomi di dalam upaya mensejahterakan para petani sawit di sumut yang berkolaborasi dengan wadah koperasi," sebut Unggul.
Soal produk minyak makan merah di Sumut, jelas Unggul Sitanggang lebih lanjut, telah memenuhi beberapa proses penelitian oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Jalan Brigjend Katamso Medan.
Minyak makan merah yang diolah dari minyak sawit, mengandung komposisi asam lemak yang seimbang dan fitonutrien seperti provitamin A, vitamin E, Squalene, Fitosterol, Ubiquinone dan Lycopene yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, terutama untuk mencegah stunting.
Baca Juga: Wali Kota Padangsidimpuan Pimpin Apel Operasi Ketupat Toba 2023 Hadapi Lebaran 2023
Proses fisis konvensional untuk rafinasi minyak sawit seringkali mengabaikan dan menghilangkan kandungan nutrisi minyak sawit. Sehingga PPKS berinovasi dengan merekonfigurasi dan menghasilkan teknologi berupa proses produksi minyak makan merah.
"Sehingga petani melalui koperasi, bisa menghasilkan minyak makan berkualitas tinggi dengan peralatan sederhana," jelas Unggul Sitanggang.