"Tantangan berikutnya pemanfaatan kanal digital oleh SKPD pengelola PAD belum optimal, sosialisasi pemanfaatan kanal digital kepada masyarakat belum optimal dan perlu penyediaan Qris Dinamis dan terkoneksi ESTS serta peningkatan batas nilai transaksi dengan Qris." sebutnya.
"Kami harap dari hal kekurangan kita tadi ada semacam penekanan dan bimbingan dari Bapak Penjabag Wali Kota sehingga kedepan di tahun 2023 angka realisasi road map kita menjadi lebih baik," sambung Sri Imbang.
Baca Juga: Truk Container Terperosok di Jalinsum Tapsel, Arus Lalu Lintas Lumpuh
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2023 ini terdapat penguatan yang dilakukan oleh satgas P2DD, meliputi bobot aspek perluasan kategori dan pembagian wilayah serta variabel penilaian secara formal.
Dengan kriteria penilaian, aspek proses sebesar 20 persen, aspek outcome 30 persen dan aspek output 50 persen. Seluruh TP2DD, BPD dan program unggulan terbaik nantinya akan diumumkan secara langsung dalam Rakornas TP2DD yang rencana dilaksanakan pada bulan September 2023. (JS)