Medan - Realitasonline.id | Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, karena indikator yang digunakan melihat perkembangan pembangunan suatu daerah dalam jangka panjang.
Tahun 2022, IPM di Provinsi Sumut tercatat 72,71 persen atau tumbuh 0,71 persen, jika dibanding tahun 2021 tercatat 72,00 persen.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, dari IPM akan dilihat kemajuan pembangunan manusia.
Baca Juga: Pertamax Green 95 Resmi Diluncurkan Baru Diluncurkan di 2 Kota Besar, Cek Harganya
Komponen IPM merujuk pada angka harapan hidup, melek huruf, rata-rata lama sekolah, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan. Secara umum, pembangunan manusia Indonesia terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2019.
IPM Indonesia meningkat dari 66,53 persen pada tahun 2010 menjadi 71,92 persen pada tahun 2019, dan pada 2020 mencapai 71,77 persen. “Angka harapan hidup di Sumut pada tahun 2022 mencapai 69,61 persen. Naik dibanding tahun 2021 yang angkanya 69,23 persen,” ucapnya.
Hal itu sejalan dengan implementasi visi misi Pemprov Sumut dibawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahamayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah, yakni Sumut yang maju, aman, dan bermartabat.
Baca Juga: Sering Salah Kaprah, Ternyata Ini Perbedaan Sunscreen dan Sunblock
Adapun misi Pemprov Sumut mewujudkan masyarakat Sumut yang bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalam pergaulan dan dalam lingkungan.
Ilyas menyebutkan, Pemprov Sumut tahun 2023 bakal memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui program-program yang telah direncanakan.