kriminal

Niat Melerai Cekcok di Lapo Tuak, Pria di Tapteng Justru Kehilangan Nyawa

Selasa, 24 Februari 2026 | 18:38 WIB
Foto: Kapolsek Kolang, AKP I.E. Simatupang bersama Tim Inafis Polres Tapteng saat berada di rumah duka.

Realitasonline.id – Sibolga | Niat melerai pertengkaran justru berujung maut. Seorang pria berinisial EM (36) di Dusun III, Desa Hudopa Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, meninggal dunia setelah berusaha melerai cekcok di sebuah lapo tuak, Senin (23/2/2026) malam.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula dari adu mulut antar pengunjung di warung tuak milik warga setempat. Suasana yang awalnya biasa berubah tegang.

Melihat pertengkaran memanas, EM yang berada di lokasi mencoba menenangkan situasi. Ia disebut merangkul salah satu pria yang terlibat cekcok dan membawanya keluar dari warung dengan maksud meredam emosi.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pembunuhan Remaja 17 Tahun di Jabung, Pelaku Cekik Korban lalu Kubur di Tepi Sungai

Setibanya di dekat rumah pria yang dirangkulnya tersebut, terjadi perkelahian. Dalam insiden itu, pria berinisial DH (40) diduga melakukan penganiayaan menggunakan benda tumpul berupa kayu sepanjang sekitar 80 sentimeter dan batu sungai yang berada di sekitar lokasi.

Akibat pukulan di bagian kepala dan wajah, EM mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca Juga: Kunjungi Lokasi Bencana Angin Puting Beliung, Bupati Malang Serahkan Bantuan

Kapolsek Kolang, AKP I.E. Simatupang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya bersama Tim Inafis Polres Tapteng telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: Modus Baru Penyelundupan Narkoba antar Provinsi: Nyaris Lolos, 680 Gram Sabu Diselipkan di Buku hendak dikirim ke Mataram

Usai kejadian, DH mendatangi rumah Kepala Dusun dan menyerahkan diri. Ia kemudian diserahkan ke Polsek Kolang sebelum dibawa ke Sat Reskrim Polres Tapteng untuk proses hukum lebih lanjut.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Pandan untuk menjalani autopsi atas permintaan keluarga, guna kepentingan penyidikan. (PS)

Tags

Terkini