“Kita berharap nanti para narasumber yang kebetulan sangat ahli dalam dana BOK/ BOS ditunjuk dari Kementerian Pendidikan ini dapat mengajari dan memberikan pemahaman terutama dalam pengisian data Sapras di Dapodik. Di mana tujuan akhirnya DAK Fisik kita ini lebih maksimal,” harap Dedy.
Perjuangkan TU dan Penjaga Sekolah Jadi PPPK
Sementara itu Bupati Beltim Burhanudin seusai membuka Kegiatan Workshop Implementasi Dana BOS/BOP Tahun 2023 dan Pengisian Data Sarana Prasarana Sekolah pada Dapodik Pengusulan DAK Reguler Tahun 2024 di Auditorium Zahari MZ, Rabu (8/3/23), meminta agar operator atau kepala sekolah dapat memberikan gambaran yang sebenarnya tentang kondisi fisik sekolah.
“Jadi usulan yang disampaikan dari kawan-kawan ini memang secara administrasi bagus, tapi sayangnya fisiknya dak bagus. Seharusnya gambarkanlah itu secara utuh, apa adanya,” pinta Aan sapaan akrab Burhanudin.
Aan pun berharap para kepala sekolah dan operator dapat mengikuti work shop dengan dan pengisian Data Sapras dengan baik dan benar, sehingga nantinya bisa memberikan usulan yang rapi untuk perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
“Jadi nanti begitu selesai work shop ini kondisi sekolah misalnya atap bocor, ruang guru dak ada, dak ada ruang UKS, dan lain-lain usulkanlah dengan benar. Sehingga kebutuhan infrasturuktur pendidikan kita dapat teratasi,” ujar Aan.
Terkait kebutuhan SDM terutama tenaga tata usaha (TU) dan penjaga sekolah di Kabupaten Beltim, Aan mengatakan saat ini Pemkab Beltim tengah berupaya memperjuangkan agar tenaga pendukung tersebut dapat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Kalau guru honor jadi P3K sudah. Yang tenaga struktural, TU dan penjaga sekolah ini juga sedang kita usulkan untuk diangkat menjadi P3K,” kata Aan.