Konflik militer dan politik antara Palestina vs Israel yang berlangsung dari abad ke-19 sampai ke -20 merupakan konflik paling berkepanjangan di dunia yang masih berlangsung hingga sekarang.
Berbagai upaya diperbuat untuk menyelesaikan pertikaian Palestina vs Israel. Dimana, Upaya ini sebagai perdamaian lain untuk menyelesaikan peperangan antar Arab-Israel.
Akar dari konflik ini sejatinya untuk mempertahankan Yerussalem, pemukiman Israel, perbatasan, keamanan, dan hak atas air serta kebebasan bergerak Palestina dan hak kembali Palestina.
Baca Juga: MUI Keluarkan Fatwa Terbaru: Mendukung Agresi Israel ke Palestina Hukumnya Haram.
Dilansir dari Akun Tik-Tok : @ Nokath_com dengan pengikut sebanyak 10,1 k yang disukai pengguna Tik-Tok sebanyak 358.2k terkait Ekonomi Israel yakni,
Dilansir dari The Cradle, serangan Israel ke Gaza berdampak Besar ke keuangan negara sekaligus pasar kerja dan industri israel sendiri. Biro pusat statistik israel bahkan membuat perbandingan kalau satu dari tiga bisnis di israel udah tutup atau Cuma berhasil di kapasitas 20 persen saja.
Ini terjadi sejak badai Al Aqsa 7 Oktober 2023 lalu. Bukan hanya itu, kementrian tenaga kerja Israel bahkan melaporkan kalau 764 ribu warganya menjadi pengangguran karena harus melakukan evakuasi. Bloomberg mengatakan, efeknya bisa semasif itu karena berhubungan sama perang Israel yang besarannya mencapai 260 juta USD sejak 7 Oktober 2023.
Baca Juga: Boikot Produk Israel, Nasib Karyawan yang di PHK Bagaimana? Ini Tanggapan Buya Yahya
Artinya, sampai hari ini, perang sudah membuat Israel boncos anggaran perang sekitar 10,4 miliar USD. Belum lagi jika ditinjau dari segi ekonominya, Israel sudah rugi 600 juta USD per pekannya. Artinya, sampai pekan ke enam kerugian sudah mencapai 3,6 miliar USD
Dengan kata lain, gara -gara perang ini, Israel sudah mengalami defisit anggaran sebesar 397 persen atau senilai 6 Miliar USD. Bahkan,sampai hari ini Israel disebut hanya bisa mengandalkan bantuan militer dan ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa agar bisa bertahan pada perang ini.
Baca Juga: Boikot Produk Israel, Nasib Karyawan yang di PHK Bagaimana? Ini Tanggapan Buya Yahya
Nah, sampai di sini sudah faham kan, kalau aksi boikot produk-produk yang mendukung Israel itu memang penting banget karena memang hasilnya sangat efektif itu untuk menekan mereka dari sistem ekonomi.***