Menurut Panji, langkah ini tidak hanya membuka peluang baru bagi Bitcoin ETF, tetapi juga menandakan pengakuan yang semakin meningkat terhadap crypto sebagai kelas aset yang sah.
Berdasarkan teknikal, BTC bergerak di level US$ 43.200 naik di atas MA-20 dan MA-50. Panji bilang, jika BTC dapat bertahan di atas MA-50 atau di kisaran US$ 42.850 maka potensi menuju area resistance US$ 44.500 dan selanjutnya di US$ 45.500.
Sementara, jika breakdown di bawah MA-50 potensi penurunan ke support dinamis MA-20 di kisaran US$ 42.000 dan support terdekat berada di US$ 40.500.
"Meski demikian, investor dan trader perlu tetap berhati hati serta mengikuti perkembangan pasar sehingga penting untuk melakukan riset mandiri dan berinvestasi dengan profil risiko masing masing," imbuh Panji.