Kurs Rupiah Melemah Tipis 0,03% di level Rp15.788 Per Dolar AS di Perdagangan Kamis (1/2/2-2024) Pagi Ini

photo author
Cut Yuliati, Realitas Online
- Kamis, 1 Februari 2024 | 10:32 WIB
Kurs rupiah Melemah Tipis 0,03% di level Rp15.788 Per Dolar AS di Perdagangan Kamis (1/2/2-2024) Pagi Ini
Kurs rupiah Melemah Tipis 0,03% di level Rp15.788 Per Dolar AS di Perdagangan Kamis (1/2/2-2024) Pagi Ini

realitasonline.id - Awal perdagangan Kamis (1/2/2-2024) hingga pukul 09.00 WIB kurs rupiah di pasar spot bergerak tipis di pasar spot. Kurs rupiah spot dibuka di level Rp 15.788 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Sepanjang Januari 2024, Kurs Rupiah Melemah 2,49% dari Posisi Rp15.399 Per Dolar AS di Akhir Desember 2023

Ternyata, hal ini membuat kurs rupiah spot melemah tipis 0,03% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 15.783 per dolar AS.

Diperdagangan pagi ini pergerakan mata uang di kawasan bervariasi. Di mana, yuan China menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,17%.

Baca Juga: Sepanjang Januari 2024, Kurs Rupiah Melemah 2,49% dari Posisi Rp15.399 Per Dolar AS di Akhir Desember 2023

Kemudian, dolar Taiwan yang tertekan 0,16% dan peso Filipina yang turun 0,01%. Disusul, dolar Hongkong melemah tipis di pagi ini.

Di sisi lain, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,16%. Lalu ada won Korea Selatan yang terkerek 0,13%.

Baca Juga: Kurs Rupiah Masih Menguat 0,15% Duduk di Level Rp15.787 Per Dolar AS di Perdaganagan Selasa (30/1/2024)

Sementara, yen Jepang yang menanjak 0,09% dan ringgit Malaysia yang naik 0,06% di awal perdagangan hari ini.

Lalu, dolar Singapura terlihat melemah tipis 0,03% terhadap the greenback.

Diketahui, kurd upiah ditutup terkoreksi di seluruh pasar pada Rabu (31/1). Di pasar spot rupiah melemah 0,02% ke Rp 15.783 per dolar Amerika Serikat (AS) dan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) melemah 0,04% ke Rp 15.803 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebur, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, setelah menguat di sesi pertama, rupiah terdepresiasi akibat sentimen politik terkait Pemilu.

"Menjelang penutupan sesi pertama, pernyataan BI tersebut membawa rupiah kembali menguat, walaupun sempat kembali melemah di sesi kedua akibat sentimen politik terkait pemilu," paparnya.

Untuk Kamis (1/2), Josua menilai pergerakan rupiah cenderung akan bergantung dari tone The Fed pasca pengumuman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cut Yuliati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
X