Mengenal Emotional Blackmail : Perasaan mengendalikan Orang Lain dan Cara Efektif Mengatasinya

photo author
Alia Rohali, Realitas Online
- Jumat, 9 Februari 2024 | 15:20 WIB
Perasaan mengendalikan orang lain (Freepik)
Perasaan mengendalikan orang lain (Freepik)

Realitasonline.id | Emotional blackmail, atau pemerasan emosional, adalah bentuk manipulasi di mana seseorang menggunakan perasaan untuk mengendalikan orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • Ancaman: Mengancam untuk melakukan sesuatu yang menyakitkan atau merugikan orang lain jika mereka tidak melakukan apa yang Anda inginkan.
  • Intimidasi: Membuat orang lain merasa takut atau terintimidasi agar mereka melakukan apa yang Anda inginkan.
  • Membuat rasa bersalah: Membuat orang lain merasa bersalah agar mereka melakukan apa yang Anda inginkan.
  • Bermain peran sebagai korban: Berpura-pura menjadi korban agar orang lain merasa kasihan dan melakukan apa yang Anda inginkan.

Baca Juga: Mengatasi Self-Loathing: Membangun Rasa Cinta Diri Sendiri

Emotional blackmail dapat berdampak buruk pada hubungan dan kesehatan mental orang yang menjadi korbannya. Orang yang menjadi korban emotional blackmail mungkin merasa:

  • Tertekan: Merasa tertekan untuk melakukan apa yang diinginkan orang lain, bahkan jika mereka tidak ingin melakukannya.
  • Takut: Merasa takut akan konsekuensi jika mereka tidak melakukan apa yang diinginkan orang lain.
  • Bersalah: Merasa bersalah atas apa yang terjadi, bahkan jika mereka tidak melakukan kesalahan.
  • Terisolasi: Merasa terisolasi dari orang lain karena mereka takut untuk menceritakan apa yang mereka alami.

Baca Juga: Stres Eating: Makan Berlebihan Saat Stres, Dampak dan Cara Mengatasinya

Berikut beberapa cara untuk mengatasi emotional blackmail:

1. Kenali Tanda-tandanya:

Pelajari tanda-tanda emotional blackmail. Jika Anda merasa ditekan, diintimidasi, atau dibuat merasa bersalah oleh seseorang, kemungkinan besar Anda sedang mengalami emotional blackmail.

2. Jangan Menyerah pada Tuntutan:

Jangan menyerah pada tuntutan orang yang melakukan emotional blackmail. Jika Anda melakukannya, mereka akan terus melakukannya.

3. Tetapkan Batasan:

Tetapkan batasan yang jelas dengan orang yang melakukan emotional blackmail. Beri tahu mereka bahwa Anda tidak akan mentoleransi perilaku mereka.

4. Bicaralah dengan Orang yang Anda Percaya:

Bicaralah dengan orang yang Anda percaya tentang apa yang Anda alami. Dukungan dari orang lain dapat membantu Anda untuk mengatasi emotional blackmail.

Baca Juga: Memiliki Pikiran Terbuka pada Orang Lain, Kenali 5 Tanda-tanda Bahwa Kamu Orang yang Punya Good Habit

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Alia Rohali

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
X