Menggapai Mimpi di Tengah Krisis: Review Film "Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar"

photo author
Tri Puji Astuti, Realitas Online
- Sabtu, 17 Agustus 2024 | 12:39 WIB

Realitasonline.id | Film "Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar" adalah sebuah adaptasi dari kisah nyata yang inspiratif tentang seorang wanita muda asal Indonesia, Merry Riana, yang berhasil mengatasi berbagai tantangan hidup dan mencapai kesuksesan besar di tengah krisis ekonomi.

Disutradarai oleh Hestu Saputra dan dibintangi oleh Chelsea Islan sebagai Merry Riana, film ini mengajak penonton untuk mengikuti perjalanan emosional dan penuh perjuangan dalam mencapai mimpi.

Plot dan Alur Cerita: Film ini mengisahkan tentang Merry Riana, seorang mahasiswa yang terpaksa melanjutkan pendidikan di Singapura akibat krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1998.

Dalam kondisi yang serba terbatas, Merry harus bertahan hidup di negara asing dengan tekanan ekonomi yang besar. Dengan semangat pantang menyerah, ia bertekad untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga sukses.

Dari bekerja serabutan hingga menjalani kehidupan yang keras, Merry berjuang untuk meraih mimpi sejuta dolar di usia 26 tahun.

Baca Juga: Film Drama Keluarga, Menggali Kedalaman Emosi dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Alur cerita yang disajikan penuh dengan ketegangan dan emosi, menggambarkan betapa sulitnya perjuangan Merry untuk mengatasi berbagai rintangan, mulai dari tekanan finansial hingga masalah pribadi.

Meski begitu, film ini juga menampilkan momen-momen inspiratif yang memberikan pesan bahwa dengan tekad kuat, mimpi bisa menjadi kenyataan.

Penampilan Para Pemeran: Chelsea Islan berhasil menghidupkan karakter Merry Riana dengan sangat baik. Penampilannya yang emosional dan penuh determinasi membawa penonton merasakan langsung penderitaan dan harapan Merry.

Selain itu, peran-peran pendukung seperti Dion Wiyoko yang berperan sebagai Alva, sahabat sekaligus kekasih Merry, juga memberikan warna tersendiri dalam film ini. Hubungan mereka yang dibangun di tengah krisis menambah lapisan emosional yang kuat dalam cerita.

Baca Juga: Review Film 'Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Pulang': Perjalanan Pulang yang Mengharu Biru

Sinematografi dan Musik: Sinematografi dalam film ini cukup apik, terutama dalam menampilkan latar belakang Singapura sebagai kota modern yang menjadi medan perjuangan Merry.

Pengambilan gambar yang dramatis dan pemilihan warna yang cenderung gelap pada beberapa adegan berhasil menggambarkan ketegangan yang dihadapi karakter utama.

Musik latar yang digunakan juga berhasil memperkuat emosi dan suasana dalam setiap adegan, membuat penonton semakin terhanyut dalam cerita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tri Puji Astuti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
X