BPJS Kesehatan Evaluasi Layanan Kesehatan di Kabupaten Belitung Timur

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Rabu, 14 Januari 2026 | 13:19 WIB
BPJS Kesehatan Evaluasi Layanan Kesehatan di Kabupaten Belitung Timur
BPJS Kesehatan Evaluasi Layanan Kesehatan di Kabupaten Belitung Timur


Realitasonline.id - Belitung Timur | BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang mengevaluasi pelayanan kesehatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Belitung Timur selama tahun 2025.


Evaluasi atau Rekredensialing FKTP disampaikan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim, Selasa (13/1/26).

Hasilnya, sebagian besar pelayanan dinilai sudah sesuai standar namun perlu adanya perbaikan dan peningkatan.

Peningkatan terutama terkait jumlah tenaga medis khususnya dokter spesialis, ketersediaan obat-obatan serta sarana penunjang lainnya.
Rekredensialing FKTP dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim Dianita Fitriani, Plt Direktur RSUD Muhammad Zein dr.

 

Baca Juga: Tepis Isu Penimbunan Barang Bantuan Bencana, Anggota DPRK Bireuen Waled Yan Beri Klarifikasi

 

Rima Ramba, Kepala BPJS Kabupaten Beltim Fenny Yulianti, para pimpinan Klinik Pratama/ Utama, serta Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Beltim.

“Tetap harus ada yang ditingkatkan.
Misalnya dari sisi jumlah tenaga spesialisnya, kemudian penunjangnya, ketersediaan obat dan lain-lain, itu tetap ada yang perlu dioptimalkan lagi,” kata Aswalmi.

Didampingi Kepala BPJS Kabupaten Beltim, Fenny Yulianti, Aswalmi yakin dan percaya RSUD Muhammad Zein serta Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim akan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Beltim terutama bagi pasien BPJS Kesehatan.

“Mudah-mudahan dengan manajemen yang saat ini, hal itu sudah menjadi konsen.
Kalau dari data yang kami dapat, tidak ada kesalahan fatal,” harap Aswalmi.

Di tahun 2026 ini BPJS Kesehatan juga menekankan perlunya penguatan peran FKTP di Kabupaten Beltim, khususnya dari sisi promotif dan preventif.

Skrining kesehatan harus dilakukan kepada semua masyarakat sasaran, agar sejak dini masyarakat sudah tahu dengan resikonya.

 

Baca Juga: Bank Mandiri Bagi-bagi Cuan Dividen Interim Rp9,3 Triliun

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

CPNS ATR/BPN Dibekali Komunikasi Publik

Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
X