“Kondisi ini adalah PON terparah selama saya megikuti PON dari 2004 sampai sekarang itu paling terparah dan belum siap untuk mengikuti kejuaraan seperti PON ini,” ujarnya.
Dadang menilai, akses dari parkir menuju GOR juga sangat ekstrem. Pada hari pertama uji lapangan mereka harus melintas kubangan air dengan susunan papan untuk menuju ke GOR. Bahkan, ada pemain DKI yang terpeleset karena licinnya jalan yang berair dan berlumpur.
Baca Juga: Calon Bupati Langkat Iskandar Sugito: Kami Ingin Suasana Pilkada Damai
“Venue nya itu belum siap terutama tribun di atas masih ada debu-debu. Terus akses jalan juga belum bagus juga masih tanah gitu. Malah atlet saya kemarin ada yang kejebur jatuh lewat jembatan kayu kepeleset,” ucapnya.
Selain itu, untuk dua lapangan utama pertandingan, juga masih terlihat debu di karpet lapangan. Tampak juga fasilitas seperti toilet yang baru siap dikerjakan. Sedangkan untuk ruangan media center masih tampak kosong tanpa ada perlengkapan meja, kursi, maupun spanduk.
Kondisi inilah yang membuat pertandingan cabor voli indoor di PON ditunda satu hari dari jadwal semula. Meski begitu, pihak panitia pelaksana pertandingan mengklaim tidak ada perubahan jadwal.
Baca Juga: Jadwal Resmi Kampanye Paslon Cabup Aceh Selatan Dimulai Akhir September
Koordinator bidang peralatan pertandingan, Sugiatmo memastikan tidak ada kemunduran jadwal dan hanya masalah teknis saja. Meski diakuinya, masih ada fasilitas pendukung yang belum lengkap dan dijanjikan sudah tersedia sebelum pertandingan.
“Mudah-mudahan yang di belakang itu bisa diaspal pengerasnya supaya akses mobil bisa masuk terus ke lapangan. Kalau tidak, mereka jauh jaraknya dari luar ke lapangan. Apalagi kalau hujan becek dia,” katanya. (KIM)