Proliga 2026: Kejutan, Jakarta Garuda Jaya Kalahkan Juara Bertahan

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Minggu, 25 Januari 2026 | 11:11 WIB
Proliga 2026
Proliga 2026

​Realitasonline.id – Bandung | Kejutan besar mewarnai lanjutan kompetisi bola voli kasta tertinggi tanah air, Proliga 2026. Bertempat di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (24/1/2026) malam, Jakarta Garuda Jaya berhasil mengalahkan juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi, dengan skor tipis 3-2 (25-19, 18-25, 21-25, 25-22, 15-12).

​Kemenangan ini menjadi sorotan utama pada seri ketiga putaran pertama, mengingat status kedua tim yang kontras di papan klasemen.

Memasuki set pembuka, Garuda Jaya yang mayoritas diisi pemain muda usia, seperti Dawuda, Fauzan Nibras, Haikal, dan Bagas, tampil tanpa beban. Kehadiran pemain asing mereka, Timofei Sokolov, memberikan daya gedor luar biasa. Di luar dugaan, skema serangan Garuda Jaya membuat Rendy Tamamilang dkk kewalahan. Set pertama ditutup dengan kemenangan meyakinkan bagi Garuda Jaya, 25-19.

Kebangkitan Sang Juara Bertahan tersentak dengan kekalahan di set awal, pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran langsung menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan.

Nizar Zulfikar sebagai pengatur serangan mulai memanjakan Agil Angga dan Yudha Mardiansyah dengan umpan-umpan matang. Hasilnya, Bhayangkara merebut set kedua dengan 25-18.

 

Baca Juga: Wabup Adlin Tambunan Singgung Situasi Keamanan di Sergai, Senkom Mitra Polri Diminta Aktif Wujudkan Kondusivitas

 

​Dominasi Bhayangkara berlanjut ke set ketiga. Rendy Tamamilang tampil tajam dan membawa timnya unggul jauh 20-16. Meski Sokolov sempat memberikan perlawanan di akhir set, kematangan mental juara bertahan membawa mereka unggul 25-21, sekaligus membalikkan kedudukan menjadi 2-1.

Bhayangkara Presisi sebenarnya berpeluang besar menyudahi laga di set keempat setelah memimpin jauh 13-7. Namun, momentum berubah saat pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengambil time out krusial, dan meminta anak asuhnya tetap fokus dan tidak terpaku pada selisih angka.

​Secara perlahan, Dawuda dkk mengejar hingga menyamakan kedudukan 17-17. Pertarungan sengit terjadi hingga skor 22-22, sebelum akhirnya Garuda Jaya merebut tiga angka beruntun untuk menang 25-22 dan memaksakan full set.

 

Baca Juga: GTRA Pemkab Labuhanbatu Komit Menata Penguasaan Kepemilikan dan Penyelesaian Konflik Agraria



Set penentu berjalan sangat ketat dengan kejar-mengejar angka hingga 7-7. Dukungan penuh penonton di GOR Sabilulungan tampaknya menjadi "pemain ketujuh" bagi Garuda Jaya. Di sisi lain, Bhayangkara Presisi justru melakukan beberapa kesalahan sendiri di poin kritis saat tertinggal 10-9. Memanfaatkan celah tersebut, Garuda Jaya mencapai match point 14-12 dan menutup laga dengan skor 15-12.

Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto mengakui tim asuhannya melawan juara dua musim terakhir untuk mebekan dari servis.

"Dengan servis yang tajam membuat Nizar sulit untuk menyerang balik. Ternyata itu berjalan dengan baik," tukas Nur usai laga.

Selain itu, tambah mantan pemain, Samator itu, timnya bermain tanpa beban. "Anak-anak bermain lepas tanpa beban," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X