Realitasonline.id | Avega ini sering disebut-sebut kendaraan legendaris tipe sedan. Punya banyak nama, namun nama itu hanya dikenal di nusantara, sementara di negara lain disebut dengan nama yang berbeda, seperti Verna di luar negeri.
Di Indonesia, Avega menjadi taksi, sedangkan di Puerto Rico dikenal sebagai Brio, di Meksiko sebagai Dodge Verna, dan di Sudan sebagai Accent.
Hyundai Accent atau Avega sebenarnya mobil ini generasi kedua dari Accent, di mana generasi pertamanya muncul pada tahun 1994 dengan nama Bimantara Cakra yang bekerjasama dengan Hyundai.
Baca Juga: Bikin Penasaran Mobil Toyota SUV Satu Ini, Harganya Stabil Sesuai Fitur, Warnanya Juga Moderen
Baca Juga: Grebek Kampung Berseri Astra: Jelajah Lebih Dekat Topografi Desa Pantai Cermin Kanan
Generasi keduanya diperkenalkan pada tahun 1999 dan masuk ke Indonesia pada tahun 2001. Di tahun tersebut, model ini diluncurkan dalam tiga versi termasuk salah satunya sedan penumpang yang dikenal sebagai Accent Verna.
Kemudian, pada tahun 2005, versi taksinya diperkenalkan dengan nama Hyundai Xel 2, dan pada tahun 2007, hadir dalam bentuk sedan liftback yang disebut HY Avega.
Generasi berikutnya adalah Accent generasi ketiga yang diperkenalkan di dunia pada tahun 2005, tetapi sayangnya tidak masuk ke Indonesia.
Setelah itu, Accent generasi keempat muncul pada tahun 2010 dengan tampilan yang lebih dikenal, dan ada yang melihatnya sebagai taksi.
Selain itu, ada model hatchback yang disebut Hyundai Grand Avega yang masuk ke Indonesia pada tahun 2011. Mobil ini berstatus CKD dan harganya cukup kompetitif dibandingkan dengan pesaing dari Jepang.
Generasi terakhir, yaitu Accent generasi kelima, muncul pada tahun 2017. Sayangnya, model ini tidak diperkenalkan di Indonesia. (MH)