Realitasonline.id | Dengan perkembangan energi alternatif, muncul pertanyaan unik: bisakah kopi menggantikan bensin sebagai bahan bakar kendaraan?
Kopi mengandung senyawa organik yang dapat diubah menjadi biofuel. Namun, proses ini lebih kompleks dibandingkan dengan bahan bakar konvensional.
Beberapa eksperimen telah mencoba mengubah ampas kopi menjadi biodiesel. Kandungan minyak dalam kopi bisa diolah menjadi bahan bakar nabati.
Baca Juga: Kisah Mobil yang Diproduksi Hanya Satu Unit dan Menghilang Tanpa Jejak
Pada 2010, sebuah tim insinyur berhasil menjalankan mobil menggunakan biofuel dari ampas kopi, membuktikan bahwa konsep ini memungkinkan.
Namun, energi yang dihasilkan dari kopi masih jauh lebih rendah dibandingkan bensin, sehingga tidak efisien untuk penggunaan skala besar.
Diperlukan proses konversi kimia yang rumit untuk mengubah kafein atau senyawa dalam kopi menjadi bahan bakar dengan daya dorong optimal.
Baca Juga: Fenomena ‘Mobil Kesurupan’: Kendaraan yang Bergerak Sendiri di Tengah Malam
Selain itu, penggunaan kopi sebagai bahan bakar bisa memengaruhi industri makanan dan harga kopi, menjadikannya kurang praktis dibanding biofuel lain.
Meski tidak efisien sebagai pengganti bensin utama, ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam skala kecil.
Teknologi masa depan mungkin dapat mengoptimalkan konversi kopi menjadi energi, tetapi saat ini bensin masih jauh lebih unggul dalam efisiensi.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Mobil Tidak Pernah Dicuci Seumur Hidupnya?
Jadi, meskipun menarik, mobil berbahan bakar kafein mungkin lebih cocok untuk eksperimen ketimbang solusi nyata untuk industri otomotif (EF).