Intip Evolusi Teknologi Mesin Diesel : Lebih Canggih dan Ramah Lingkungan

photo author
Zufarnesia, Realitas Online
- Rabu, 30 April 2025 | 19:23 WIB
ilustrasi reformasi mesin diesel (Realitasonline.id - Unsplash-Willian Cittadin)
ilustrasi reformasi mesin diesel (Realitasonline.id - Unsplash-Willian Cittadin)

Realitasonline.id | Pada era sekarang ini, meskipun tidak sepopuler mobil bermesin bensin, kendaraan dengan mesin diesel masih tetap memiliki tempat istimewa di hati para penggemarnya. Mesin diesel dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang irit dan torsi yang besar, sehingga sangat diandalkan dalam mengangkut beban berat. Meskipun mesin diesel memiliki banyak keunggulan, mereka juga terkenal dengan masalah emisi gas buang, suara, dan getaran mesin. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, mesin diesel kini semakin canggih dan ramah lingkungan. Mari kita lihat evolusinya.

Generasi Lama: Teknologi Diesel yang Digunakan Sebelumnya

1. Injeksi Tidak Langsung (Indirect Injection)

Pada era 1980-an, mesin diesel menggunakan teknologi injeksi tidak langsung. Teknologi ini melibatkan adanya ruang bakar kecil di dalam sistem, di mana kabut bahan bakar disemprotkan oleh injektor ke pre-chamber. Udara yang dikompresi oleh piston kemudian terkompresi lagi di pre-chamber dan terjadi pembakaran yang kecil. Pembakaran ini kemudian diteruskan ke main chamber di atas permukaan piston. Alasan penggunaan pre-chamber adalah karena pada masa itu para insinyur belum dapat menciptakan tekanan kompresi yang cukup besar untuk pembakaran yang sempurna di main chamber.

2. Glow Plug

Glow plug, atau sering juga disebut sebagai busi pijar, adalah salah satu teknologi yang digunakan pada awal kemunculan mesin diesel. Glow plug berfungsi sebagai elemen pemanas yang memungkinkan bahan bakar terbakar. Glow plug biasanya terletak di pre-chamber mesin dengan injeksi tidak langsung. Penggunaan glow plug terbatas hanya untuk mempermudah saat menghidupkan mesin pada kondisi dingin. Setelah mesin menyala, pembakaran terjadi secara otomatis akibat tekanan kompresi yang tinggi pada mesin diesel.

3. Pompa Primer (Priming Pump)

Baca Juga: Tips dan Cara Mengatasi Noda Kontaminasi Besi Pada Cat Mobil

Udara merupakan musuh utama dalam sistem bahan bakar mesin diesel. Udara dapat muncul akibat penggantian komponen di sistem bahan bakar atau saat tangki bahan bakar sepenuhnya kosong. Ketika mesin dihidupkan, udara yang terperangkap dapat mengganggu aliran bahan bakar. Oleh karena itu, pompa primer diperlukan untuk mengeluarkan udara yang terperangkap tersebut. Cara kerjanya adalah dengan melakukan gerakan memompa. Pompa primer biasanya terletak di filter solar atau sedimenter.

4. Turbocharger Tetap (Fixed Turbocharger)

Teknologi turbocharger bukanlah teknologi baru. Teknologi ini, yang digunakan untuk memasok udara paksa ke dalam mesin dengan bantuan turbin, bahkan sudah mulai digunakan sejak tahun 1930-an. Sayangnya, putaran bilah turbin masih tergantung pada kekuatan gas buang. Akibatnya, gejala turbo lag tidak dapat dihindari karena respons turbocharger yang lambat.

Generasi Baru: Teknologi Diesel yang Lebih Maju 

1. Injeksi Langsung (Direct Injection)

Mesin diesel modern tidak lagi memerlukan pre-chamber. Dengan teknologi injeksi langsung, bahan bakar disemprotkan langsung ke dalam ruang bakar. Dengan demikian, tenaga yang dihasilkan dari pembakaran menjadi lebih maksimal. Sistem injeksi langsung ini tidak terlepas dari teknologi common-rail.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Zufarnesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X