2. Common-rail
Pada mesin diesel generasi sebelumnya, injektor terbuka karena tekanan bahan bakar. Namun, pada mesin diesel modern, buka-tutup injektor diatur oleh ECU (Electronic Control Unit). Teknologi common-rail ini mengumpulkan bahan bakar yang bertekanan dalam suatu saluran bersama. Saluran ini berfungsi sebagai tempat penampungan sebelum disalurkan ke injektor di setiap silinder. Tekanan bahan bakar dan waktu bukaan injektor dapat diatur secara individual pada sistem common-rail. Dampak positif dari teknologi ini adalah peningkatan tenaga, efisiensi bahan bakar, dan emisi yang rendah.
Baca Juga: Ini Ternyata Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Cairan Penambal Ban Motor
3. Turbo Variabel
Untuk mengatasi masalah turbo lag, para insinyur menciptakan teknologi turbo variabel. Dengan teknologi ini, putaran turbin dapat menjadi lebih responsif tanpa tergantung pada kekuatan gas buang. Ada banyak mekanisme yang digunakan pada turbo variabel. Salah satu mekanisme yang paling umum adalah dengan menggeser sudut turbin untuk mengatur tekanan tertentu pada kompresor turbin.