Saat pertama kali dicoba salah satu Youtuber, karakter kopling Isuzu D-Max terasa cukup dalam.
Ini mungkin membutuhkan adaptasi bagi pengemudi yang terbiasa dengan double cabin bermerek lain.
Ketika melewati jalan berbatu, bantingan suspensinya terasa agak keras.
Baca Juga: Isuzu D-MAX 2026 Berdesain Modern dan Gagah dengan Kabin Lebih Nyaman, Spek Mesinnya Begini
Faktor ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh ukuran serta tipe ban bawaan yang memang disetel untuk kebutuhan kerja dan medan berat.
Dari sisi performa, mesin D-Max terasa standar.
Teknologi turbo yang digunakan belum mengadopsi Variable Geometry Turbo (VGT) atau Variable Nozzle Turbo (VNT).
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa akselerasinya tidak terasa istimewa.
Meski begitu, torsi yang dihasilkan masih tergolong memadai untuk kebutuhan kerja, angkut barang, maupun off-road ringan.
Perpindahan gigi pada Isuzu D-Max terasa cukup panjang, terutama dari gigi satu ke gigi dua.
Baca Juga: Modifikasi Isuzu Panther 1994 Bergaya American VIP, Tampil Gagah dan Anti Tua
Hal ini membuat akselerasi awal terasa kurang efisien, terutama di penggunaan harian dalam kota.
Masuk ke dalam kabin, Isuzu D-Max jelas tidak menawarkan kemewahan.