Perbedaan BBM RON 90, 92, dan 95: Dampaknya terhadap Performa Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar

photo author
Maria Nofianti, Realitas Online
- Selasa, 20 Januari 2026 | 21:40 WIB
Keterangan foto: Ilustrasi Perbedaan BBM RON 90, 92, dan 95 (Realitasonline/ Canva)
Keterangan foto: Ilustrasi Perbedaan BBM RON 90, 92, dan 95 (Realitasonline/ Canva)

Realitasonline.id - OTOMOTIF Pemilihan bahan bakar minyak (BBM) sering dianggap sepele oleh sebagian pengguna kendaraan. Padahal, jenis BBM yang digunakan memiliki pengaruh besar terhadap performa mesin, efisiensi konsumsi bahan bakar, hingga keawetan komponen mesin dalam jangka panjang. Di Indonesia, BBM bensin umumnya dibedakan berdasarkan angka RON, seperti RON 90, RON 92, dan RON 95, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda.

Memahami perbedaan BBM berdasarkan nilai RON sangat penting agar penggunaan kendaraan menjadi lebih optimal. Dengan memilih BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin, pengemudi tidak hanya mendapatkan performa terbaik, tetapi juga dapat menghindari potensi kerusakan mesin serta pemborosan bahan bakar.

1. Pengertian RON dan Fungsinya pada Mesin

RON atau Research Octane Number adalah angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan detonasi atau knocking pada mesin bensin. Knocking terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar tidak pada waktu yang tepat, sehingga menimbulkan suara kasar dan berpotensi merusak mesin. Semakin tinggi angka RON, semakin besar kemampuan BBM tersebut menahan tekanan dan panas sebelum terbakar. Mesin dengan rasio kompresi tinggi membutuhkan BBM dengan RON lebih tinggi agar proses pembakaran berlangsung sempurna. Oleh karena itu, angka RON sangat berkaitan langsung dengan desain dan teknologi mesin kendaraan.

Baca Juga: Mengenal Fungsi ECU Mobil dan Perannya dalam Mengatur Performa Mesin serta Efisiensi BBM

2. Karakteristik BBM RON 90 untuk Mesin Kompresi Rendah

BBM dengan RON 90 umumnya ditujukan untuk kendaraan dengan rasio kompresi rendah hingga menengah. Mesin-mesin konvensional yang tidak dirancang untuk tekanan tinggi masih dapat bekerja dengan baik menggunakan BBM jenis ini. Dalam penggunaan harian, RON 90 cukup memadai untuk mobil lama atau kendaraan dengan teknologi mesin sederhana. Namun, jika digunakan pada mesin modern dengan rasio kompresi tinggi, BBM RON 90 berpotensi menimbulkan knocking. Selain itu, pembakaran yang kurang optimal dapat membuat performa mesin terasa kurang bertenaga dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dibandingkan seharusnya.

3. BBM RON 92 sebagai Pilihan Ideal Kendaraan Modern

RON 92 menjadi jenis BBM yang paling umum direkomendasikan untuk mobil-mobil keluaran terbaru. Mesin modern biasanya memiliki rasio kompresi yang lebih tinggi serta sistem pembakaran yang lebih presisi, sehingga membutuhkan bahan bakar dengan ketahanan lebih baik terhadap tekanan. Dengan menggunakan RON 92, proses pembakaran berlangsung lebih sempurna. Dampaknya, mesin terasa lebih halus, respons gas lebih baik, dan efisiensi bahan bakar cenderung optimal. Untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan luar kota, BBM RON 92 memberikan keseimbangan antara performa dan konsumsi bahan bakar.

Baca Juga: Apa Itu Hybrid Ringan dan Hybrid Penuh? Ini Penjelasan Teknologi yang Dipakai Mobil Masa Kini

4. Keunggulan BBM RON 95 untuk Mesin Performa Tinggi

BBM RON 95 ditujukan untuk kendaraan dengan rasio kompresi tinggi atau mesin berteknologi canggih, seperti mesin turbo atau kendaraan premium. Nilai RON yang lebih tinggi membuat bahan bakar ini mampu menahan tekanan ekstrem sebelum terbakar, sehingga sangat cocok untuk mesin yang bekerja pada performa tinggi. Penggunaan RON 95 memungkinkan mesin menghasilkan tenaga secara optimal tanpa risiko knocking. Selain performa yang lebih konsisten, suara mesin juga terasa lebih halus. Meski demikian, jika digunakan pada mesin yang tidak membutuhkannya, manfaat RON 95 tidak akan terasa signifikan dan cenderung kurang efisien dari sisi biaya.

5. Dampak Perbedaan RON terhadap Performa Mesin

Perbedaan nilai RON secara langsung memengaruhi karakter mesin saat beroperasi. BBM dengan RON yang sesuai membuat pembakaran lebih stabil dan tenaga mesin keluar dengan optimal. Sebaliknya, penggunaan RON yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan dapat menyebabkan penurunan performa dan respons mesin terasa berat. Dalam jangka panjang, pembakaran yang tidak sempurna juga dapat menimbulkan kerak karbon di ruang bakar. Hal ini berpotensi mengganggu kinerja mesin dan menurunkan efisiensi secara keseluruhan. Oleh karena itu, memilih BBM sesuai spesifikasi mesin sangat dianjurkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X