Realitasonline.id - Mobil yang jarang digunakan sering kali dianggap tidak memerlukan perawatan khusus. Padahal, kondisi mobil yang terlalu lama terparkir justru berisiko mengalami berbagai masalah, terutama pada mesin dan komponen penting lainnya.
Jika tidak dirawat dengan benar, mobil bisa sulit dinyalakan, performa menurun, hingga menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami cara merawat mobil yang jarang digunakan agar mesin tetap prima dan siap dipakai kapan saja.
1. Panaskan Mesin Secara Rutin
Salah satu langkah paling sederhana namun sangat penting adalah memanaskan mesin secara rutin. Mobil yang jarang digunakan sebaiknya dipanaskan minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu. Proses ini membantu melancarkan sirkulasi oli mesin ke seluruh komponen, mencegah karat, serta menjaga kondisi aki tetap terisi. Panaskan mesin selama 10–15 menit agar suhu kerja mesin tercapai dengan optimal.
Baca Juga: Tips Merawat Mobil Hybrid agar Tetap Irit BBM dan Tidak Bermasalah dalam Jangka Panjang
2. Perhatikan Kondisi Aki Mobil
Aki merupakan komponen yang paling rentan bermasalah pada mobil yang jarang digunakan. Ketika mobil terlalu lama tidak dinyalakan, aki bisa mengalami penurunan daya hingga soak. Untuk mencegah hal ini, pastikan mesin mobil dinyalakan secara berkala atau gunakan battery charger khusus jika mobil disimpan dalam waktu lama. Selain itu, bersihkan terminal aki dari kotoran dan karat agar aliran listrik tetap lancar.
3. Ganti Oli Mesin Secara Berkala
Banyak orang mengira oli mesin hanya perlu diganti berdasarkan jarak tempuh. Padahal, waktu juga memengaruhi kualitas oli. Mobil yang jarang digunakan tetap memerlukan penggantian oli secara berkala, biasanya setiap 6 bulan sekali. Oli yang terlalu lama tidak diganti dapat mengental dan kehilangan daya pelumasnya, sehingga berpotensi merusak komponen mesin.
4. Jaga Kebersihan Tangki dan Kualitas BBM
Bahan bakar yang terlalu lama mengendap di dalam tangki dapat mengalami penurunan kualitas. Endapan kotoran atau air bisa terbentuk dan memengaruhi sistem bahan bakar. Sebaiknya isi tangki hingga setengah atau penuh untuk mengurangi ruang udara yang bisa menyebabkan pengembunan. Jika mobil akan disimpan dalam waktu sangat lama, pertimbangkan penggunaan fuel stabilizer agar kualitas BBM tetap terjaga.
5. Periksa Tekanan dan Kondisi Ban
Mobil yang lama terparkir berisiko mengalami ban kempis atau bahkan flat spot, yaitu kondisi ban menjadi rata pada satu sisi. Untuk mencegahnya, periksa tekanan ban secara berkala dan sesuaikan dengan standar pabrikan. Jika memungkinkan, geser posisi mobil setiap beberapa hari agar beban tidak bertumpu pada satu titik ban saja.
Baca Juga: Apa Itu CVT, AT, dan MT? Penjelasan Lengkap Transmisi Mobil Beserta Kelebihan dan Kekurangannya