Realitasonline.id - OTOMOTIF | Mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan yang sangat dinantikan oleh banyak masyarakat Indonesia. Perjalanan menuju kampung halaman sering kali menempuh jarak yang cukup jauh, bahkan ratusan kilometer. Oleh karena itu, kondisi kendaraan harus dipastikan dalam keadaan prima agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Salah satu komponen mobil yang sangat penting untuk diperiksa sebelum mudik adalah ban mobil. Ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Jika kondisi ban tidak baik, risiko kecelakaan saat perjalanan jauh bisa meningkat.
Agar perjalanan mudik lebih aman, berikut beberapa tips persiapan ban mobil yang perlu dilakukan sebelum berangkat.
Baca Juga: Mau Servis dan Ganti Sparepart? Cek Dulu Harga Onderdil Mitsubishi Xpander Terbaru 2026
Periksa Ketebalan Tapak Ban
Hal pertama yang harus diperhatikan adalah ketebalan tapak ban. Tapak ban berfungsi memberikan daya cengkeram pada permukaan jalan, terutama saat kondisi jalan basah atau licin.
Jika tapak ban sudah terlalu tipis, kemampuan ban dalam mencengkeram jalan akan berkurang sehingga meningkatkan risiko tergelincir.
Secara umum, ketebalan tapak ban minimal yang disarankan adalah sekitar 1,6 mm. Jika ketebalan sudah mendekati batas tersebut, sebaiknya ban segera diganti sebelum melakukan perjalanan jauh.
Anda bisa memeriksa kondisi tapak ban dengan melihat indikator TWI (Tread Wear Indicator) yang terdapat pada alur ban.
Cek Tekanan Angin Ban
Tekanan angin ban yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kenyamanan serta keamanan berkendara. Ban yang terlalu kempis dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan meningkatkan risiko pecah ban.
Sebaliknya, ban yang terlalu keras juga dapat mengurangi kenyamanan serta membuat ban lebih mudah aus di bagian tengah.
Sebelum mudik, pastikan tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan. Informasi tersebut biasanya terdapat pada:
Stiker di pintu pengemudi
Tutup tangki bahan bakar
Buku manual kendaraan
Periksa tekanan ban menggunakan tire pressure gauge agar hasilnya lebih akurat.
Periksa Kondisi Fisik Ban
Selain ketebalan tapak, kondisi fisik ban juga harus diperhatikan dengan teliti. Periksa apakah terdapat kerusakan seperti:
Retakan pada dinding ban
Benjolan pada permukaan ban
Sobekan pada bagian samping
Kerusakan tersebut bisa berbahaya karena dapat menyebabkan ban pecah saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
Jika menemukan kerusakan pada ban, sebaiknya segera lakukan penggantian sebelum melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga: Review MG ZS EV 2026: Mobil Listrik Stylish untuk Perkotaan Masa Kini
Lakukan Rotasi Ban
Rotasi ban merupakan proses menukar posisi ban agar tingkat keausannya lebih merata. Biasanya ban depan akan lebih cepat aus dibandingkan ban belakang karena menanggung beban kemudi dan pengereman.
Melakukan rotasi ban sebelum mudik dapat membantu memperpanjang umur ban serta meningkatkan stabilitas kendaraan.
Umumnya rotasi ban disarankan setiap 10.000 kilometer atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.
Periksa Ban Cadangan
Banyak pengemudi yang sering melupakan kondisi ban cadangan. Padahal ban ini sangat penting jika terjadi keadaan darurat seperti ban bocor di tengah perjalanan.
Sebelum mudik, pastikan ban cadangan berada dalam kondisi baik dan memiliki tekanan angin yang cukup.