sumut

Kukuhkan Tim Pemenangan, Gus Irawan - Syahbudin Ritonga: Jalan Rusak di Angkola Selatan Kita BAGUSI

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 17:31 WIB
Calon Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menyampaikan pidato politiknya dihadapan ratusan warga di sela pengukuhan Tim Pemenangan BAGUSI Tapsel wilayah Angkola Selatan di Dusun Garonggang Pardomuan (Realitasonline.id/Riswandy)

Anggota DPRD lain, Haris Yani Tambunan dari Partai Hanura mengatakan akibat lemahnya manajemen Pemkab Tapsel mengakibatkan serapan anggaran yang rendah, program pembangunan yang sudah ditetapkan di APBD sangat banyak yang tidak dikerjakan atau tidak dieksekusi secara baik dan tepat waktu.

" Diduga, akibat ketidakmampuan Pemkab Tapsel itulah menyebabkan timbulnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) hingga ratusan miliar setiap tahunnya, termasuk tahun 2024 ini diperkirakan SiLPA juga akan menyentuh diangka ratusan miliar, " jelas Haris Yani.

Baca Juga: Layanan Weekend Banking BRI: Bikin Nasabah Makin Mudah Transaksi di Akhir Pekan!

Ia mencontohkan, di tahun 2024 ini saja per akhir September, serapan anggaran belanja Pemkab Tapsel baru sekitar 51 persen dari jumlah keseluruhan belanja pada APBD sebesar Rp1,7 triliun.

Sedangkan khusus Belanja Modal yang dianggarkan Rp278 miliar, realisasinya baru sekitar Rp26 miliar atau 9,31 persen. Maka, SiLPA Tapsel tahun ini diperkirakan terulang lagi.

Hal itu sejalan dengan surat Pemkab Tapsel yang ditujukan kepada DPRD setempat, yang justru sudah perkirakan (prognosis) bahwa SiLPA tahun 2024 ini sebesar Rp183 miliar lebih, yang kemungkinan bertambah lagi.

" Artinya apa ! Kami di Legislatif sudah betul berjuang melalui pembahasan anggaran. Kalau kemudian pihak Eksekutifnya atau Pemkab yang tak mampu melaksanakan programnya, kita mau bilang apa, " ujarnya

Kelemahan Pemkab Tapsel lainnya juga disampaikan Anggota DPRD dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Novedi Zega, mengenai luas wilayah Tapsel yang selama dipimpin Dolly Pasaribu ini telah berkurang 15.755 hektar.  Hal ini juga sudah jadi sorotan berbagai media.

" Salah satunya di Kelurahan Pardomuan Lingkungan Laba Lasiak. Sesuai peta terbaru Badan Informasi Geospasial (BIG) seluas 4.515 hektar, sudah masuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal, " sebutnya.

Baca Juga: Gandeng Polri dan Kominfo Sisir Akun Palsu, Bawaslu Tegaskan Tim Kampanye Pilkada Taput Taat Aturan

Mendengar keluhan warga dan penjelasan Anggota DPRD itu, mantan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu mengaku sedih dengan kondisi Tapsel yang  belakangan ini mengalami beragam persoalan krusial yang mempengaruhi hajat hidup masyarakat.

Anehnya, Pemkab Tapsel selalu mengalaskan perlambatan pembangunan Tapsel dengan alasan dampak Covid. Di sisi lain SiLPA (dana idle atau menganggur di Bank) setiap tahunnya selalu ratusan miliar, ini gambaran pernyataan atau sikap yang ambivalen.

Meski demikian, Syahrul mengajak semua pihak untuk tidak patah arang, apalagi sampai pupus harapan dalam mencarikan solusi terhadap beragam permasalahan itu.

" Kondisi ini jugalah yang sampai ke Yayasan Haji Hasan Pinayungan, sehingga meminta Gus Irawan berkenan turun dan pulang ke daerah untuk segera membenahi Tapsel, " ungkap Syahrul yang juga pembina YHHP.

Dipandang, meski sudah sukses di tingkat nasional namun demi kampung halaman mau turun ke daerah, sebanyak 12 parpol pengusung yang memiliki 35 kursi di DPRD Tapsel menyertai niat tulus dari Gus Irawan untuk mem BAGUSI Tapsel.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB