Kini, dengan status barunya, ia tetap turun ke lapangan, tetap mengajar, tetap menjangkau masyarakat yang belum mampu membaca Kalamullah. Ia membuktikan bahwa jabatan tak mengubah niat, justru menjadi amanah untuk bekerja lebih sungguh-sungguh.
Ustazah Jamilah adalah teladan bagi para penyuluh lainnya. Ia menunjukkan bahwa dengan kesabaran, ketulusan, dan kerja nyata, pengabdian yang sunyi pun akan sampai ke telinga langit, dan akhirnya sampai pula pada pengakuan bumi.
“Mengajarkan satu huruf hijaiyah bisa jadi amal jariyah sepanjang hayat. Selama masih ada yang belum bisa membaca Al-Qur’an, selama itu pula saya akan terus berjalan,” ungkapnya.(IW)