sumut

Menteri PPPA Kunjungi Pengungsi di Tapsel, Edukasi Kebencanaan Berbasis Keluarga

Selasa, 6 Januari 2026 | 17:25 WIB
Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi, saat kanker ke Tapsel dan mengunjungi pengungsian Marsada, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel  ( Realitasonline.id/Riswandy)

Realitasonline.id - Tapanuli Selatan | Kehadiran negara di tengah situasi darurat pasca bencana kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, ke Pengungsian Marsada Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Minggu (4/1/2026).

Kedatangan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi didampingi perwakilan Dinas PPPA Provinsi Sumatera Utara dan Direktur BNPB, disambut langsung oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan dan sejumlah pejabat Tapsel. Kunjungan tersebut menjadi wujud empati dan kepedulian pemerintah pusat terhadap para penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapsel.

Di lokasi pengungsian, Menteri PPPA meninjau langsung kondisi para penyintas serta berdialog dengan ibu-ibu dan anak-anak yang terdampak bencana. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Menteri menyapa anak-anak dengan yel-yel penyemangat. “Kekuatan!” yang diserukan Menteri, yang langsung disambut riuh oleh anak-anak dengan jawaban, “Lima lima!”.

Baca Juga: Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Aceh Tamiang, Ketua DPRD Medan Sampaikan Empati dan Keprihatinan

Di balik keceriaan tersebut, dialog juga berlangsung yang mengungkap berbagai kisah duka, mulai dari kehilangan anggota keluarga, kekhawatiran terhadap kesehatan anak, hingga ketidakpastian masa depan para pengungsi. Pendekatan dialogis ini mencerminkan pembangunan berbasis manusia, di mana suara penyintas menjadi fondasi penting dalam penanganan pasca bencana.

Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak bencana, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. “ Penanganan pasca bencana harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari perlindungan terhadap risiko kekerasan, pemenuhan hak kesehatan, hingga dukungan psikososial yang berkelanjutan, ” tegas Menteri PPPA.

Disebutkannya, pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian menjadi perhatian utama, termasuk pemeriksaan ibu hamil, pemantauan status gizi balita, penanganan penyakit infeksi pascabencana, serta skrining kesehatan mental bagi para penyintas.

Baca Juga: Rayakan Natal, Bank Sumut: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan

Selain peninjauan lapangan, kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi, serahkan bantuan dari Dinas PPPA Provsu untuk korban terdampak bencana Desa Marsada Sipirok.

Diskusi menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan berbasis keluarga, penguatan sistem perlindungan anak di tingkat komunitas, serta peningkatan kesiapsiagaan layanan kesehatan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. " Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pengurangan risiko bencana yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses pemulihan, " tegasnya.

Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menteri PPPA beserta rombongan dan menegaskan komitmen Pemkab Tapsel terus bersinergi dengan pemerintah pusat, dalam mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan perlindungan dan pemenuhan hak perempuan dan anak di wilayah Tapsel berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga: Rayakan Natal, Bank Sumut: Semangat Kasih Perkuat Empati Sosial, Etos Kerja, dan Persaudaraan

Dari Desa Marsada, Sipirok, menguat pesan kemanusiaan bahwa pemulihan pasca bencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan kehidupan sosial, kesehatan mental dan martabat masyarakat, dengan empati serta keberpihakan kepada kelompok paling rentan. (RI)



Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB