sumut

Penanganan Sungai Haidupan Siualuompu Tarutung Termasuk Prioritas Kementerian PU

Rabu, 7 Januari 2026 | 23:00 WIB
Sungai Haidupan Siualuompu salah satu penanganan prioritas pasca (bencana.Realitasonline.id/Marudut)

Realitasonline.id - Tarutung l Sungai Haidupan Siualuompu Kecamatan Tarutung Tapanuli Utara meluap dua kali, menghancurkan tembok penahan jalan, memicu amblasnya badan jalan serta ambruknya jembatan, termasuk jebolnya tanggul sungai Sigeaon mendapat perhatian dari kementerian PU.

Bupati Taput Jonius TP Hutabarat didampingi Sekda dan beberapa pimpinan perangkat daerah teknis, saat pertemuan dengan Kepala BBWS Sumatera II Feriyanto Pawenrusi dan rombongan di kantor bupati , Selasa (6/1/2026) menyampaikan lima usulan Pemkab Taput dalam penanganan pemulihan sungai pasca bencana kepada Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan.

Kelima sungai tersebut, Sungai Sigeaon, Aek Haidupan, Batang Toru, Siandurian dan Sungai Aek Sarulla. Sungai ini memiliki peran penting bagi masyarakat dan harus segera ditangani, ujar Bupati Jonius seperti dikutip dari relis wa Diskominfo Taput.

Baca Juga: Tanggul Sungai Tanjung Pura Langkat Jebol, Brimob Polda Sumut Lakukan Perbaikan

Selain penanganan sungai, JTP Hutabarat menyampaikan kebutuhan perbaikan dan pengamanan air baku untuk mendukung ketersediaan air minum masyarakat, khususnya di wilayah Pahae dan Adian Koting.

Menurut Jonius, penyamaan persepsi dan validasi data bersama Kementerian PU dan BBWS Sumatera II menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi, menyebut penanganan pascabencana masih berada dalam masa tanggap darurat dan nantinya akan dilanjutkan dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).

Baca Juga: Tanggul Sungai Jebol Sebabkan Banjir di Sergai, Polda Sumut Evakuasi Warga

Tahap rehab-rekon diperkirakan dapat berlangsung hingga satu sampai dua tahun, sementara tanggap darurat membutuhkan penanganan cepat dalam rentang waktu tiga hingga enam bulan.

Penanganan sungai tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena panjang alur sungai dan kompleksitas permasalahan di lapangan. "Lima sungai yang disampaikan Bupati menjadi prioritas utama dan akan segera kami tangani,” pungkas Feriyanto dalam pertemuan.

Melalui sinergi antara Pemkab Taput dan Kementerian PU, diharapkan proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi dapat berjalan optimal, sehingga aktivitas sosial, ekonomi, dan pertanian masyarakat dapat kembali pulih secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Batubara Tinjau Perbaikan Tanggul Sungai Daludaluq

Bupati Taput Jonius TP Hutabarat menyampaikan, rencana penanganan sungai-sungai terdampak ini didukung anggaran kurang lebih Rp 200 miliar.
Difokuskan untuk perbaikan alur dan pengamanan sungai seraya berharap proses perbaikan dapat berjalan lancar.(MN)

 

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB