Realitasonline.id - Pematangsiantar | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar merilis perkembangan inflasi di wilayah kerjanya, periode Desember 2025.
Berdasarkan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK), dua daerah dari 8 kabupaten/kota di wilayah kerja KPwBI Pematangsiantar, yaitu Kota Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 1,244 (mtm) dengan inflasi tahunan 5,379 (yoy) dan Kabupaten Labuhanbatu tercatat sebesar 2,1496 (mtm) dengan inflasi tahunan 4,749 (yoy).
Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman melalui pers rilis, Jumat (9/1/2026).
Dikatakannya, Inflasi pada Desember 2025, utamanya dipengaruhi faktor eksternal. Tingginya curah hujan, berdampak pada penurunan produksi akibat terganggunya pendistribusian di beberapa wilayah. Kondisi tersebut diperkuat oleh peningkatan permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur Tahun Baru.
Di Kota Pematangsiantar, kata Ahmadi, komoditas utama penyumbang inflasi bulanan antara lain Cabai rawit, bawang merah, dan emas perhiasan, sementara komoditas yang menahan inflasi di antaranya tomat, wortel, dan kentang.
Di Kabupaten Labuhanbatu, inflasi terutama didorong oleh cabai rawit, bawang merah, dan ikan kembung, dengan komoditas penahan inflasi meliputi cabai merah, wortel, dan ikan senangin.
Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, KPw BI Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah dan terus melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi.