sumut

PWI Pusat Tetapkan Bupati Labuhanbatu Sebagai Penerima Anugerah Kebudayaan

Selasa, 20 Januari 2026 | 14:11 WIB
Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita


Realitasonline - Labuhanbatu | Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita bakal menerima penghargaan anugerah kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat, penghargaan tersebut akan diserahkan pada Hari Pers Nasional (HPN) yang akan digelar di Serang, Provinsi Banten, pada 9 Februari 2026 mendatang, Selasa (20/1/26).

Pemberian penghargaan anugerah kebudayaan kategori bupati/walikota itu tertuang dalam berita acara Nomor: 539/PWI-P/LXXIX/I/2026, yang ditandatangani oleh lima orang dewan juri, yakni Yusuf Susilo Hartono, Agus Dermawan T, Dr. Nungki Kusumastuti, Akhmad Munir, dan Sudjiwo Tejo.

Dalam putusan surat itu, disampaikan bahwa Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita dengan proposal berjudul ”Gema Sahabat” (Gerakan Empati Masyarakat Sahabat Anak Hebat) penguatan karakter dan budaya sejak dini, berhak menerima penghargaan anugerah kebudayaan dari PWI pusat berupa trofi abyakta dan piagam. Pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Banten, 9 Februari 2026,” demikian tertulis dalam dokumen berita acara tersebut.

Baca Juga: Awas, Jangan Buang Sampah Sembarangan! DLH Labuhanbatu Bakal Tindak Tegas bagi Pelanggar

 

Sebelumnya, Maya Hasmita dalam presentasi di hadapan para dewan juri memaparkan, program Gema Sahabat adalah program yang tumbuh dari realitas dan topografi dan budaya Kabupaten Labuhanbatu.

 

Kepekaan akan risiko alam dan kesadaran akan pentingnya perlindungan kelompok rentan, khususnya anak-anak, mendorong lahirnya program kemanusiaan yang berakar pada nilai budaya lokal.

Program ini telah diimplementasikan saat membantu korban banjir bandang di wilayah Sumatera, dengan cara melakukan mobilisasi budaya dan kemitraan dengan melibatkan komunitas etnis melalui pendekatan budaya inklusif untuk menumbuhkan empati, memobilisasi donasi dari pemerintah swasta dan kelompok budaya.

 

Baca Juga: 770 Hektar Lahan Sawah Taput Gagal Panen, Optimalisasi IP2 dan Pencetakan Sawah Jadi Solusi

 

Praktek lainnya berupa aksi kemanusiaan berbasis budaya, yakni melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak bencana dan menawarkan pemulihan trauma healing pada anak melalui seni dan permainan, serta pendistribusian perlengkapan sekolah dan kebutuhan dasar.

“Mendokumentasikan semua kegiatan dengan foto dan video untuk akuntabilitas dan bekerjasama dengan media untuk berbagi narasi kemanusiaan yang inspiratif,” papar Maya Hasmita dalam presentasinya yang berlangsung Jumat, 9 Januari 2026 lalu.

Menurutnya, implementasi program tersebut telah berdampak pada pemulihan psikososial anak, dan akses pendidikan tetap terjaga berkat penyediaan perlengkapan sekolah.

Halaman:

Tags

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB