“Dengan kerja bersama dan sinergi lintas sektor, Kabupaten Langkat diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, serta meningkatkan cakupan keluarga berencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemenduk Bangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara dr. Fatmawati, ST, M.Eng dalam sambutannya menegaskan bahwa meskipun daerah sempat menghadapi kondisi bencana, hal tersebut tidak menyurutkan semangat seluruh pihak untuk terus berkarya dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Ia menyampaikan bahwa kependudukan dan pembangunan keluarga merupakan core business Kemenduk Bangga, dengan fokus utama pada kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak, sebagai fondasi lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 sesuai visi Presiden RI Prabowo Subianto.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Utara mengalami kenaikan sebesar 3 persen dan berada pada angka 22 persen. Oleh karena itu, ia mengapresiasi Yayasan Cipta dan PSI yang telah memilih Kabupaten Langkat sebagai satu-satunya pilot project Program Sehati Bunda di Indonesia, serta berharap program ini berkelanjutan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta menurunkan prevalensi stunting.
Pada kesempatan yang sama, Executive Director Yayasan Cipta Dini Hariyati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Langkat dan seluruh pemangku kepentingan atas komitmen serta dukungan nyata dalam memperkuat kesehatan ibu.
Ia menjelaskan bahwa Program Sehati Bunda merupakan inisiatif Yayasan Cipta yang didukung PSI sebagai kontribusi terhadap agenda nasional percepatan penurunan angka kematian ibu secara berkelanjutan.
“Meskipun Indonesia telah menunjukkan kemajuan, angka kematian ibu secara nasional masih berada pada 189 kasus per 100 ribu kelahiran hidup. Di Kabupaten Langkat sendiri tercatat 9 kasus kematian ibu, menurun dari 11 kasus pada tahun sebelumnya. Ini capaian yang patut diapresiasi, sekaligus pengingat bahwa setiap kematian ibu sejatinya dapat dicegah,” ungkapnya.
Selanjutnya, Program Director Population Service International (PSI) Program Sehati Bunda Dinar Pandansari memaparkan strategi dan pendekatan program dalam memperkuat layanan kependudukan serta kesehatan maternal di tingkat lapangan.
Melalui workshop ini, diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai Program Bangga Kencana dan inisiatif Sehati Bunda, serta mampu mengimplementasikannya secara optimal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Langkat.(AA)