Deni menyoroti perencanaan pembangunan drainase desa agar memperhatikan aspek teknis sehingga tidak menimbulkan genangan air yang berpotensi merugikan warga.
Dalam kesempatan tersebut juga Deni menyinggung perlunya evaluasi terhadap pembangunan fasilitas desa wisata yang belum didukung kesiapan utilitas dasar, seperti ketersediaan air bersih dan listrik.
“Ke depan, setiap pembangunan harus berbasis pada kesiapan teknis yang memadai, didukung semangat gotong royong masyarakat, serta koordinasi lintas perangkat daerah. Dengan demikian, hasil pembangunan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya. (AS)