Realitasonline.id - Balikpapan | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar menggelar Capacity Building Media di Kota Balikpapan, Kaltim, 10-11 April 2026. Kegiatan tersebut diikuti Wartawan Ekonomi dari berbagai media cetak, online dan televisi.
Capacity building bertujuan untuk memperkuat peran media sebagai penghubung strategis antara data ekonomi dan masyarakat, sebagai penggerak kepercayaan melalui penyajian informasi yang akurat dan seimbang.
Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman saat membuka acara di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Jumat (10/4/2026)
"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi kebijakan Bank Indonesia dengan peran media massa yang menjadi bagian penting dalam memfasilitasi komunikasi kebijakan BI untuk dapat menjangkau seluruh segmen masyarakat di daerah. Sehingga edukasi, komunikasi dan publikasi ke masyarakat merata dan bermakna," kata Ahmadi.
Baca Juga: Gol Tunggal Gustavo Franca Bawa Arema Raih 3 Poin di Banten
Ahmadi juga menyampaikan kondisi makroekonomi terkini terkait perekonomian nasional yang mampu tumbuh diatas 5%. Di Sumatera, khususnya Sumut tetap berada pada lintasan pertumbuhan yang positif dan tangguh dikisaran 4,5-5%.
"Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh solidnya konsumsi rumah tangga masyaa, berjalannya berbagai proyek investasi strategis serta terjaganya kinerja sektor unggulan wilayah Sumatera seperti pertanian, perkebunan agroindustri yang terus memberikan multiplier effect bagi perekonomian lokal,' paparnya.
Selain itu, lanjut Ahmadi, KPw BI Pematangsiantar juga terus berkomitmen untuk mendorong roda perekonomian di wilayah kerjanya yang meliputi 8 kabupaten/kota "SisiBatasLabuhan".
Secara intensif bersinergi dengan seluruh Pemerintah daerah melalui TPID, melakukan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Juga mendorong transformasi ekonomi digital melalui QRIS dan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah).
"BI mengawal elektronifikasi transaksi Pemda guna mewujudkan transparansi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD," jelasnya.
Baca Juga: Disebut Lebih Stabil dari Bitcoin, Apa Itu Kripto Berbasis Emas?