Kader HMI Kutacane Dikroyok, Kepolisian Diminta Segera Tuntaskan Aksi Kriminalitas Mahasiswa

photo author
Mery Ismail, Realitas Online
- Selasa, 10 Desember 2024 | 23:21 WIB
Ketua Umum HMI Cabang Kutacane Teuku Rahman Anugerah (Realitasonline.id/Dok)
Ketua Umum HMI Cabang Kutacane Teuku Rahman Anugerah (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Kutacane | Pengurus Himpuanan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane mendesak Polres Aceh Tenggara segera menindaklanjuti secara hukum atas peristiwa pengeroyokan yang menimpa dua kader HMI Eko Widyanto (22) dan Reza Azhari (22).

Hal ini ditegaskan Ketua Umum HMI Cabang Kutacane Teuku Rahman Anugerah, Selasa (10/12/2024) terkait kasus pengeroyokan terhadap dua kader HMI, buntut dari belum selesainya konflik akibat intimidasi oknum mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) yang anti terhadap keberadaan HMI di kampus tersebut.

“Saya selaku Katua Umum HMI Kutacane mengutuk keras tindakan yang dilakukan oknum mahasiswa UGL terhadap Eko Widyanto dan Reza Azhari. Hari ini kami menekankan kepada pihak kepolisian agar cepat menindaklanjuti persoalan yang ada di internal HMI Kutacane.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Pasca Pilkada Taput, Pelaku dan Korban Berdamai

Jika 1x24 jam tidak dilakukan, pada hari ini saya pastikan seluruh kader HMI Kutacane akan turun ke jalan di depan Kapolres Kabupaten Aceh Tenggara," ujar Ketum yang akrab disapa Tobo.

Sebelumnya pada Sabtu (07/12/2024) korban pengeroyokan atas nama Eko Widyanto selaku Sekjen HMI Kutacane, pernah memberikan keterangan agar pelaku kriminalitas mahasiswa anti HMI meminta maaf secara terbuka kepada seluruh kader HMI, kerena aksi tidak senonoh melalui intimidasi pencurian papan bunga di komplek UGL.

Secara terpisah, Sultan Andra Putra pengurus HMI Badko Aceh mengatakan, kasus ini tidak boleh dibiarkan sebelum merambat terlalu lebar. Kasus kriminalitas oknum Mahsiswa UGL yang anti HMI tersebut, harus diselesaikan segera mungkin, jangan biarkan hal ini melebar kemana-mana.

Baca Juga: Polres Taput Terus Selidiki Kasus Pengeroyokan dan Pengrusakan di Pahae Jae

Sebab, kata Sultan, HMI bukan organisasi yang harus dimusuhi, tapi organisasi pencerdasan mental kepemimpinan. "Seharusnya kampus dan pihak kepolisian paham akan hal ini," kata Sultan saat dikonfirmasi secara daring.

Sementara itu, dua korban pengeroyokan saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit setempat. Akibat pertikaian tersebut, dua korban mengalami luka di bagian kepala dan pelaku pengeroyokan masih bebas beraktivitas. (sd).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mery Ismail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X