Realitasonline.id - Abdya | Perum Bulog Cabang Blangpidie mulai menampung puluhan ton gabah kering panen (GKP) hasil panen petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Penyerapan itu berlangsung sejak musim panen padi di areal persawahan dalam kabupaten setempat.
Kepala Perum Bulog Cabang Blangpidie, Nurul Irandasari, Kamis (6/2) membenarkan kalau, pihaknya sebelumnya juga telah melakukan penyerapan beras sejak awal musim panen berlangsung.
Bahkan saat ini pihaknya terus melakukan penjajakan dengan mitra penggilingan gabah lokal yang memiliki fasilitas mesin pengering gabah (dryer).
Baca Juga: Kadis Pendidikan Sumut Minta PGRI Didik Siswa agar Jujur, Cinta Tanah Air, dan Bergotong Royong
Sehingga Bulog dapat menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga sesuai yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp.6.500 perkilo.
Selama ini pihaknya belum bisa menampung gabah petani lantaran belum memiliki fasilitas dryer, sehingga harus bekerja sama dengan mitra penggilingan gabah lokal yang memiliki pabrik serta dilengkapi dengan mesin pengering gabah.
"Untuk saat ini kami lakukan penyerapan beras dengan mitra penggilingan, dan sekarang sudah mencapai 60 ton beras hasil panen dari petani Abdya yang kami serap. Bahkan kita juga telah menyerap GKP hasil panen petani secara langsung dengan harga Rp.6.500 perkilo," ujarnya.
Perum Bulog akan terus berupaya untuk meningkatkan kerjasama dengan mitra penggilingan lokal agar penyerapan gabah dapat dilakukan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Dia optimis, dengan adanya kerjasama ini, penyerapan gabah di tingkat petani dapat berjalan lancar sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan.
Selain itu Bulog terus mengupayakan solusi agar permasalahan penyerapan gabah tidak menghambat distribusi dan ketersediaan pangan di wilayah tersebut.