Lanjut Jurnalisa, Wakil bupati Aceh Tengah itu lupa, bahwa media lokallah yang telah mendudukan dirinya sebagai wakil dan sebelumnya sebagai anggota DPRK.
"Sosok politisi seperti itu hanya mengingat saat dirinya senang saja dengan merendahkan media lokal yang telah membuatnya populer," lanjut Jurnalisa.
Sebagai politisi dirinya (Muchsin Hasan) itu lahir dari rahim media lokal. "Ya wakil bupati itu lahir dari rahim media lokal. Jadi harusnya dia menjaga ucapanya. Jangan lukai pers. Dan jangan lupa daratan," ucap Jurnalisa lagi.
Tentu ucapanya sangat melukai dan menghambat kebebasan pers saat ini. Harusnya sebagai Ketua Golkar dan sebagai wakil bupati dia (Muchsin Hasan) harus lebih matang saat berhadapan dengan insan pers.
Wakil Bupati, Muchsin Hasan yang dikonfirmasi media ini ke nomor Watshap 0852 7002 xxxx hingga berita ini tayang belum memberikan jawaban.