Blangpidie - Realitasonline.id | Puluhan warga yang didominasi kaum ibu-ibu di Desa Pawoh, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melakukan aksi damai dengan menyegel kantor Keucik setempat, Jumat (28/4) siang.
Aksi damai yang digelar para warga tersebut merupakan bentuk protes terhadap kepemimpinan Keuchik yang selama ini dinilai banyak masalah.
Koordinator aksi damai, Cek Wan kepada wartawan, mengaku kalau warga sudah tidak sabar dengan kepemimpinan Keuchik selama ini, sehingga warga sepakat untuk melakukan aksi damai ini dengan harapan adanya perubahan ke depan.
Baca Juga: Jumat Curhat Dimanfaatkan Polres Taput Paparkan Kondisi Jalan ke Pemudik
"Ini adalah aksi damai warga. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi kami dan kami tidak anarkis," teriak Cek Wan dalam orasinya menggunakan toa.
Kedatangan warga ini, katanya untuk menyampaikan poin-poin dosa Keuchik yang sudah tidak bisa ditolerir lagi oleh warga. Pihaknya sudah muak dengan gaya kepemimpinan Keuchik yang terkesan arogan dan tidak transparan.
"Kami datang untuk menyegel kantor ini dan tidak boleh dibuka selama belum ada penyelesaian yang jelas dari pihak terkait," ungkapnya.
Baca Juga: HUT ke-24 Aceh Singkil, Pj Bupati Harap Masyarakat Tapaki Masa Depan Gemilang
Dalam orasi itu, warga membeberkan beberapa tuntutannya seperti, Keuchik tidak transparan dalam penggunaan anggaran desa, salah satunya terkait kegiatan budi daya Ikan Lele yang tidak transparan dan tidak ada pertanggungjawabannya.
"Juga kegiatan pembangunan PAUD Tahun 2022 tidak ada pertanggungjawaban. Dana BUMG tidak jelas penggunaanya. Dana Silpa Tahun 2022, dibelanjakan Infocus, Laptop dan CCTV, sedangkan rincian anggaran belanja belum tercantum dalam APBG Tahun 2023," terangnya.
Selain itu, tambah Cek Wan, juga terkait pembongkaran celeng amal Yatim Desa Pawoh yang dilakukan secara paksa di masjid At Taqwa Pawoh, padahal seharusnya tugas Panitia Yatim dan Qurban yang melakukan itu.
"Keuchik juga sangat otoriter, arogan, tidak beretika, tidak ada sopan santun. Warga kurang dilayani serta tidak mengayomi dalam menjalankan roda pemerintahan," ujarnya.
Baca Juga: Permudah Pelayanan, Dinas Kesehatan Tulungagung Luncurkan Sikesta
Lanjutnya, setiap pergantian aparatur dirinya langsung menunjuk sendiri tidak pernah melalui suatu musyawarah atau pemilihan oleh masyarakat sehingga terkesan masyarakat diabaikan.