Kutacane - Realitasonline.id | Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara Sumardi sesalkan sikap Kajari (Kepala kejaksaan negeri) Agara Erawati SH MH kurang bermitra dengan wartawan dan terkesan sangat tertutup.
"Ini menunjukkan Kajari kurang menghargai sebagai mitra antara wartawan dengan Kejari Agara," ujar Sumardi kepada sejumlah media, Kamis (24/8/2023).
Dia juga mengatakan, rekan-rekan media yang berkomunikasi dengan Kajari Agara melalui Handphone tak diangkat dan di SMS melalui WhatsApp juga tak merespon.
Padahal, katanya lagi, teman-teman wartawan ingin berkomunikasi dengan kajari bukan atas nama pribadi, tetapi sebagai media massa maupun lembaga pers yaitu PWI Aceh Tenggara. "Harusnya kita saling menghargai,"katanya.
Baca Juga: Petani Agara Belum Merdeka, Pj Bupati Agara Dan APH Terkesan Bungkam Soal Pupuk Bersubsidi
Selama ini, lanjut Sumardi, wartawan bermitra dengan Kejari Agara dan berhubungan baik dengan para kajari yang pernah bertugas di bumi sepakat segenap ini.
Apalagi selama ini, cukup banyak persoalan yang ditangani seperti kasus pupuk bersubsidi, kasus dana desa dan kasus lainnya.
Hal ini, kata Sumardi lagi, harus diekspos ke publik untuk penanganan kasus yang ada di Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara.
Baca Juga: Polres Sergai Tanam 1000 Manggrove Bersama Bupati Ini Harapan Kapolres Oxy
Karena, selama ini mereka kurang komunikatif dengan pihak Kejari Agara, artinya rekan-rekan media tarik diri, karena ibaratkan seperti bertepuk sebelah tangan.
"Sosok Kejari Agara sangat jauh dengan media, sebagai pejabat publik tentunya hal itu tidak pantas ada," ujarnya.
Terkait hal itu, selaku Ketua PWI Aceh Tenggara meminta kepada Anggota Komisi III DPR RI Dapil Aceh Nasir Djamil dan Nazaruddin alias Dekgam melalui Kejati Aceh untuk segera mengevaluasi Kejari Agara.
Baca Juga: Proyek Siluman Tanpa Plank Menjamur di Desa Buluh Cina, Polisi dan Kejaksaan Diminta Awasi
Mengingat banyak teman-teman media yang selama ini susah mendapatkan informasi, tentang penanganan kasus yang telah ditangani Kejari Aceh Tenggara.