Baca Juga: Siaga Kelistrikan, PLN Pastikan Pasokan Listrik Tak Terganggu Saat Pilkada Serentak 2024
Langkah-langkah strategis dan kolaboratif, katanya, perlu dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas perjudian daring ini.
"Perlu kerja sama lintas sektor untuk mengatasi masalah ini. Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja," tambahnya.
Pemerintah telah mengambil berbagai langkah untuk memerangi judi online di Indonesia, termasuk dengan menutup ribuan situs web yang terlibat dalam aktivitas ini.
Namun, upaya ini sering kali dianggap belum cukup mengingat masih banyak situs judi online baru yang bermunculan.
Baca Juga: Bawaslu Sumut Sosialisasi Pengawasan Pilkada di Pematangsiantar, Antisipasi Kecurangan
Budi Gunawan mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar dalam memberantas judi online adalah kemudahan akses yang ditawarkan teknologi digital, yang memungkinkan siapa pun, termasuk anak-anak, untuk terlibat dalam perjudian.
Ia juga menyebutkan bahwa anak-anak menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap pengaruh negatif dari judi online.
Banyaknya anak-anak di bawah usia 10 tahun yang terlibat dalam judi online menunjukkan bahwa pengawasan dan edukasi terhadap penggunaan teknologi digital perlu ditingkatkan, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Budi Gunawan menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak-anak dari bahaya judi online harus menjadi prioritas utama.
Baca Juga: HYUNDAI TUCSON NX4 Fitur Lengkap Mesin Sudah Hybrid, Tampilan Futuristik dengan Grille Besar
Budi Gunawan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman judi online dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam memerangi fenomena ini.
Ia meminta peran aktif dari keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah untuk bekerja sama dalam memberikan edukasi tentang bahaya judi online, serta menyediakan akses internet yang aman bagi anak-anak dan remaja.
Selain itu, ia juga mendorong agar para pelaku judi online, baik penyedia maupun pemain, diberikan sanksi yang tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menurutnya, penegakan hukum yang kuat diperlukan untuk memberikan efek jera dan mengurangi jumlah pemain judi online di Indonesia.
"Penindakan hukum harus tegas dan konsisten, agar bisa memberikan dampak yang signifikan dalam pemberantasan judi online ini," tegasnya.