“Rangkaian acaranya, antara lain, ada di kampus, PKK, talk show dan sosialisasi pentingnya konsumsi protein dan gizi dari telur. Sekaligus menepis anggapan bahwa ayam itu mengandung hormon, makan telur menyebabkan bisul, kolesterol dan kelebihan lemak. Nah ketakutan itu yang harus kita cegah,” sebut Ricky, didampingi Ketua Panitia Daerah, Muhammad Bahri MH.
Pihaknya pun mengapresiasi sambutan yang antusias dari Pemprov Sumut dalam mengampanyekan konumsi telur. Apalagi dari segi harga, bahan makanan ini tergolong sangat murah.
Termasuk juga bisa diolah menjadi campuran minuman seperti Bandrek Susu Telur yang khas dari Sumut. Sehingga kampanye ini bisa efektif meningkatkan konsumsi telur di masyarakat.
Turut hadir Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut Muhammad Zakir Syarif Daulay, Kepala Biro Perekonomian Poppy Marulita Hutagalung, serta sejumlah pejabat lainnya. (AY)