Pernyataan Rico Waas yang Minta Warga Perbanyak Konsumsi Ikan Diserang Emak-Emak, Begini Ragam Komentar nya

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Senin, 21 Juli 2025 | 09:48 WIB
Walikota Rico Waas saat hadiri gelar Safari Gemar Ikan di Kecamatan Medan Denai, Minggu (20/7/2025). (Realitasonline.id/Humas)
Walikota Rico Waas saat hadiri gelar Safari Gemar Ikan di Kecamatan Medan Denai, Minggu (20/7/2025). (Realitasonline.id/Humas)

Baca Juga: Kolaborasi Pemdes Kuala Tanjung dan INALUM Wujudkan Bank Sampah Berseri untuk Desa Bebas Sampah

Tanggapan Warga

"Oalah Pak, Pak! Makan ikan kok setiap hari ya mahal. Ikan sekilo berapa? Ikan Gembung saja sudah Rp 48 ribu sekilo isinya cuma 3 ekor. Ikan darat seperti nila dan lele aja di sekitaran harga Rp 20 ribuan. Belanja sehari untuk lauk pauk cuma Rp 50 ribu, ya gak cukup Pak!" kata Ernawati (32 tahun) ibu rumah tangga di Marelan.

"Bukannya kami gak mau konsumsi ikan. Kami tau kok ikan itu bergizi tinggi dan bagus buat anak-anak. Gak usah dibilangin sama Pak Wali Kota, kami juga tau kok! Kan dulu juga ada anjuran di sekolah, anak-anak juga dikasi tau sama guru. Tapi harga ikan mahal! Nah, pemerintah bisa kasih solusi apa?" komentar Ida Pane (38 tahun) warga Kampung Aur Kecamatan Medan Maimun.

"Kalau di rumah, makan ikan itu sebulan sekali. Lebih sering makan sayur daun ubi, kangkung, telur, tahu dan tempe. Karena harganya murah. Uang belanja harus diirit sehari dijatah 30 ribu. Karena buat beli beras, gas, bayar listrik, air galon. Kalau pemerintah mau warganya sehat dan bergizi, harusnya harga kebutuhan pangan itu murah. Bukan seperti sekarang ini mahal!" kata Wati Lubis (30 tahun) warga Medan Polonia.

Baca Juga: Wali Kota Apresiasi Car Free Day Bersama WEBS BI Pematangsiantar

Sementara itu Mita, salah seorang kader Posyandu mengakui untuk kebutuhan pangan memang paling berat dirasakan warga. 

Warga sebenarnya sudah cukup paham mengenai makanan bergizi, hanya saja kebutuhan pangan yang mahal membuat mereka makan seadanya.

Terkadang ada keluarga yang gak pernah makan selingan seperti bubur kacang hijau, atau pun kolak pisang, dikarenakan harga kelapa per butirnya sudah mencapai Rp 7000 hingga Rp 10 ribu. (AY)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X