“Darah tidak dapat diproduksi secara buatan dan sepenuhnya bergantung pada kepedulian sesama. Setiap tetes darah sangat berarti bagi keselamatan pasien,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor, seperti membantu regenerasi sel darah dan menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan.
Kegiatan donor darah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk rutin mendonorkan darah, sekaligus menjadi contoh kolaborasi positif antara institusi pendidikan dan lembaga kemanusiaan dalam merespons kebutuhan sosial di tengah masyarakat.