Pemko Medan dan STIKP Dorong Peran Jurnalis Empati dalam Isu Kebencanaan

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Kamis, 5 Februari 2026 | 10:51 WIB
seminar fotografi jurnalistik bertema “Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera” yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan
seminar fotografi jurnalistik bertema “Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera” yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan

Realitasonline.id - Medan | Pemko Medan menegaskan pentingnya peran jurnalis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyampaian informasi yang akurat dan berempati, khususnya dalam konteks kebencanaan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahmaan Pane, saat menghadiri seminar fotografi jurnalistik bertema “Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera” yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan di Aula Hj. Ani Idrus, Selasa (3/2).

Arrahmaan Pane mengatakan, jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan kondisi faktual di lapangan yang kerap menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

seminar fotografi jurnalistik bertema “Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera” yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan
seminar fotografi jurnalistik bertema “Pesan di Balik Lensa: Jurnalisme Empati Bencana Sumatera” yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan

Menurutnya, informasi yang disajikan secara empatik dapat membantu pemerintah memahami persoalan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: PTAR Gelontorkan Rp652 Juta Renovasi Auditorium dan Ruang Kelas UGN Padangsidimpuan

 

“Pemerintah Kota Medan sangat mendukung kegiatan jurnalistik seperti ini. Peran jurnalis sangat penting dalam menyampaikan informasi penting, terutama dalam situasi bencana yang sering kali tidak sepenuhnya terpantau oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi civitas akademika STIKP Medan yang banyak melahirkan alumni yang kini berkiprah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Masukan berbasis liputan lapangan dinilai mampu memberikan perspektif yang lebih komprehensif terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

Selain seminar, kegiatan tersebut dirangkai dengan pameran foto jurnalistik bertema kebencanaan. Arrahmaan menilai karya fotografi jurnalistik tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga menjadi dokumentasi sejarah yang penting bagi generasi mendatang.

“Foto-foto ini merupakan catatan peristiwa yang memiliki nilai edukatif dan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat di masa depan,” katanya.

Seminar ini menghadirkan fotografer jurnalistik Ferdy Siregar dan filmmaker fotografi Mirza Baihaqie sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Mirza mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya mampu membangkitkan kepedulian sosial melalui karya visual.

Ia menyebutkan bahwa seminar tersebut tidak hanya membahas teknik fotografi, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap korban bencana. Mirza turut membagikan pengalaman lapangan mengenai beratnya dampak ekonomi yang dialami masyarakat pascabencana, termasuk sulitnya akses bahan pangan dengan harga yang melonjak tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X