PWI Sumut dan BMPS-PGSI Medan Tandatangani MoU, Farianda Minta Pemerintah Perhatikan Sekolah Swasta Terancam Gulung Tikar

photo author
Administrator, Realitas Online
- Selasa, 28 Desember 2021 | 20:02 WIB
Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, SE didampingi Sekretaris S.R. Hamonangan Panggabean, S.Sos saat mendatangani MoU dengan pihak BMPS dan PGSI disaksikan Muhammad Arif, Partomuan Silitonga, dan sejumlah pengurus yayasan dan kepala sekolah-sekolah Swasta di Kota Medan. (foto/ist).
Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, SE didampingi Sekretaris S.R. Hamonangan Panggabean, S.Sos saat mendatangani MoU dengan pihak BMPS dan PGSI disaksikan Muhammad Arif, Partomuan Silitonga, dan sejumlah pengurus yayasan dan kepala sekolah-sekolah Swasta di Kota Medan. (foto/ist).

MEDAN - Realitasonline.id | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) dan Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) Kota Medan telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) kerjasama dibidang pendidikan, Senin kemarin (27/12/2021), Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik minta pemerintah memperhatian sekolah-skolah swasta yang terancam ‘gulung tikar’.

Dalam penandatanganan MoU itu yang dilakukan Ketua BMPS Medan Muhammad Arif , Ketua PGSI Medan Partomuan Silitonga dan Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik juga minta pemerintah seharusnya memperhatikan nasib para guru swasta yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.

Farianda didampingi Sekretaris PWI Sumut SR. Hamonangan Panggabean SSos turut prihatin atas keluh kesah BMPS dan PGSI Kota Medan, terkait nasib sekolah-sekolah swasta yang terancam tutup dan ‘gulung tikar’ akibat gencarnya pembukaan sekolah-sekolah negeri baru di berbagai daerah khususnya di Kota Medan.

“Pemerintah harus memperhatikan nasib para guru ini dengan cara membatasi pendirian Sekolah Negeri baru. Apalagi kita ketahui banyak sekolah negeri yang minim murid, kenapa harus bangun sekolah lagi Berilah kesempatan kepada sekolah swasta mendapatkan jatah murid agar jangan sampai tutup,” ujar Farianda.

Sebelumnya Ketua BMPSI Kota Medan Muhammad Arif menyampaikan tujuan kunjungan mereka untuk mempererat tali silaturahim, sekaligus menawarkan kerjasama meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Apalagi sebagian besar sekolah swasta di Kota Medan terancam tutup, akibat kebijakan mendirikan sekolah negeri baru, diperparah dengan membuat dua shift belajar pagi dan siang untuk murid baru.

Dia menyebut, jika sekolah-sekolah swasta di Kota Medan tutup, diperkirakan berkisar 24.000 guru swasta bakal menganggur. Untuk itu, BMPSI dan PGSI Kota Medan mengharapkan Pemko Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperhatikan kekhawatiran sekolah-sekolah dan guru swasta.

Turut hadir sejumlah pengurus yayasan dan sekolah swasta, terdiri dari : Susmainu (Yayasan SMK Tritech), Asha Dewi Lubis ( Yayasan Asha Mandiri), Drs. Noralice Simbolon (Kepsek SMAS HKBP Sidorame) dan Triwahyuni, S.Sos (Yayasan Oerguruan Gajah Mada Mandiri).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X