Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kota Medan Hadapi Ancaman Limbah B3 Rumah Sakit

photo author
Administrator, Realitas Online
- Kamis, 1 Desember 2022 | 21:17 WIB

Sebelumnya, Kabag SDA Mulia Rahmat Nasution, kegiatan ini bertujuan agar peserta mengetahui pengelolaan limbah B3 pada sarana fasilitas layanan kesehatan.  

Bertindak sebagai narasumber dalam FGD ini yakni Development Director PT SDLI Umar S Avicenna, Lektor Kepala Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USU Dr Ir  Fatimah MT dan Kabid Pengendalian Pencemaran dam Pencemaran Lingkungan Hidup Dinas Kesehatan Medan, Ruth Oldrina Tobing  ST  MSi.

Dalam kesempatan itu, mewakili Kadis Kesehatan dr Taufik Ririansyah MKM, Kabid Kesmas Dr Helena Rugun Nainggolan MKT mengatakan pelayanan kesehatan
optimal baik pada lingkungan rumah sakit maupun layanan kesehatan primer di puskemas merupakan
fokus bersama demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Medan.

"Namun tidak kita pungkiri bahwa produk sampingan
dari layanan kesehatan menghasilkan limbah medis padat maupun cair yang membutuhkan penanganan khusus agar tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat maupun menimbulkan potensi infeksi nosokomial di layanan kesehatan," sebutnya.

Dia menambahkan, dalam rangka pengamanan limbah padat dan cair, Dinas Kesehatan Medan telah melakukan beberapa upaya yakni, pemilahan dan pengamanan sampah medis di layanan sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan berlaku, bekerja sama dengan pihak pengumpul dan pemusnah limbah B3 yang berizin serta telah menghentikan penggunaan alat kesehatan yang menggunakan bahan bermerkuri.

"Peningkatan jumlah volume limbah B3 medis di layanan
Kesehatan kami saat ini menunjukan angka yang cukup
signifikan, pada pandemic covid 19 dan masa recovery pasca pandemi, yang berasal dari kegiatan vaksinasi, penerapan prokes, serta kegiatan tracing swab test dan lain-lain," lanjutnya.

Peningkatan jumlah volume limbah ini, lanjutnya, memberikan dampak terhadap ketersediaan lokasi untuk pengamanan limbah medis terutama di puskesmas, mengingat kondisi gedung dan lahan yang cukup terbatas.

"Demikian juga terkait peningkatan jumlah
anggaran yang harus dilakukan terkait jasa pengangkutan dan pemusnahan limbah medis tersebut," terangnya. (AY)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X