Selanjutnya, Aulia menyampaikan masukan terkait penanganan kebersihan yang merupakan satu dari lima program prioritas yang harus dituntaskan. Mantan anggota DPRD Medan ini minta kepada Kabag Tapem dan seluruh kecamatan agar melakukan mapping wilayahnya. “Hal ini dilakukan untuk mengetahui wilayah mana saja yang dapat dijangkau becak pengangkut sampah,” ungkap Aulia.
Selain itu, Aulia menambahkan, camat dan lurah untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, termasuk melakukan pemilahan sehingga sampah yang dapat didaur ulang dapat dimanfaatkan sehingga tidak sampai dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir. “Dengan begitu program Pak Wali di TPA yang menggunakan sistem sanitary landfill dapat berjalan dengan maksimal," paparnya.
Selain penanganan sampah, Aulia juga meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan untuk menyamaratakan buku di seluruh sekolah baik di tingkat SD maupun SMP. Langkah ini, jelasnya, dilakukan untuk mengantisipasi anak-anak yang tengah ujian merasa kebingungan karena berbeda buku pelajaran yang digunakan.
"Di samping itu saya juga berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menetapkan honor guru SMP. Nantinya penetapan tersebut juga dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Medan," sarannya.
Usai penjelasan yang disampaikan Wakil Wali Kota, Bobby Nasution selanjutnya meminta kepada pimpinan perangkat daerah terkait agar menindaklanjutinya. "Masukan ini tentunya untuk kebaikan anak-anak kita dan para guru. Dengan harapan pendidikan di Kota Medan dapat semakin lebih baik lagi kedepannya," pungkasnya. (AY)