Baskami dan KPCDI Bahas Fasilitas Cuci Darah RS Pemerintah di Sumut

photo author
Mery Ismail, Realitas Online
- Minggu, 4 Juni 2023 | 22:26 WIB
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting saat menerima KPCDI membahas fasilitas Hemodialisis  (Realitasonline.id/mis)
Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting saat menerima KPCDI membahas fasilitas Hemodialisis (Realitasonline.id/mis)

 

Medan - Realitasonline.id | fasilitas hemodialisis alias cuci darah menjadi pembahasan penting, karena masih banyak keluhan masyarakat khususnya pasien penyakit ginjal terhadap peralatan cuci darah di rumah-rumah sakit di Sumut sangat minim.

Hal ini diungkap Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting kepada wartawan, Minggu (4/6/2023) terkait pertemuan dengan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Sumatera Utara, Jumat (2/6/2023) di ruang kerjanya.

Baskami mengatakan, pertemuan itu menyangkut kegiatan-kegiatan KPCDI dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ginjal, juga terkait fasilitas hemodialisis alias cuci darah yang ada di rumah sakit milik pemerintah di  Sumatera Utara.

Baca Juga: KONI Deli Serdang Meradang, Anggaran Atlet Untuk Porprovsu Disulap Jadi SPPD Dinas Budporapar

"Saya mendapat banyak masukan sekaligus keluhan mengenai pelayanan bagi pasien cuci darah di beberapa rumah sakit. Saya masih meminta agar data-data yang disampaikan, dikumpulkan agar dapat mendorong Dinas Kesehatan melakukan perbaikan," katanya.

Menurut Baskami, pelayanan kesehatan bagi warga Sumatera Utara, termasuk fasilitas cuci darah untuk pasien harus ditambah. Tak hanya itu, penguatan kapasitas SDM bagi perawat hemodialisis juga harus dilakukan.

"Masukan dari rekan-rekan KPCDI, maka rumah-rumah sakit pemerintah sudah selayaknya tidak ada masalah dengan fasilitas hemodialisis ini. Kita harus berikan pelayanan terbaik," tambahnya.

Baca Juga: Kadin Sumut Dorong Peningkatan Literasi Digital Pelajar Di Deli Serdang

Menekan angka penderita penyakit ginjal, Politisi PDI Perjuangan ini berharap Dinas Kesehatan intens melakukan edukasi kepada masyarakat. "Saya sempat terkejut mendengar banyaknya penderita penyakit ginjal dari anak-anak muda, karena mereka masih minim tentang penyebabnya. Maka harus didorong ini, supaya anak-anak kita tidak terkena penyakit ginjal itu," tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPCDI Cab Medan Korwil Sumut, Imma Yuliana Siahaan berharap semua rumah sakit baik tipe A, B, C dan klinik hemodialisis di Sumut harus memiliki pelayanan maksimal. "Baik pasien BPJS dan non BPJS harus sama pelayanannya. Tidak ada kesenjangan. Ini yang kami harapkan," tambahnya.

Imma mengatakan, pada beberapa rumah sakit milik pemerintah memiliki pelayanan cuci darah berbeda-beda. "Misalnya di RS Haji Medan dengan Pringadi berbeda. RS Haji hanya cek lab dan dapat e-poetin saja. Sementara di Pringadi mendapat cek lab komplit dari zat besi, serology dan lainnnya. Juga obat-obatan yang lengkap," tambahnya.

Baca Juga: Polsek Indrapura Ringkus Pencuri Peralatan Di Gereja Sukaramai.

Menurut Imma, banyak rumah sakit yang sering mengalami kendala pada mesin cuci darah, yang selama ini dikeluhkan oleh pasien. "Kurangnya pengawasan membuat minimnya pelayanan rumah sakit terhadap pasien cuci darah," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mery Ismail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X